Internasional

Palestina Khawatirkan Pemerintah Israel Dibawah Netanyahu Akan Mencaplok Sisa Tanah Tepi Barat

Mustafa Barghouthi, Sekretaris Jenderal Partai Inisiatif Nasional mengkhawatirkan tentang kemungkinan pemerintah Israel berikutnya akan mencaplok sisa

Editor: M Nur Pakar
AP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Mustafa Barghouthi, Sekretaris Jenderal Partai Inisiatif Nasional mengkhawatirkan tentang kemungkinan pemerintah Israel berikutnya akan mencaplok sisa tanah Tepi Barat.

Sehingga, menghilangkan kemungkinan negara Palestina merdeka.

Dia mendesak Otoritas Palestina (PA) untuk mempertimbangkan Area C di Tepi Barat sebagai area prioritas dan melakukan lebih banyak upaya untuk memperkuat ketabahan warganya.

Barghouthi, yang juga mengepalai Komite Bantuan Medis Palestina yang aktif di Area C selama dua dekade terakhir, menambahkan pekerjaan di Area C dianggap sebagai salah satu bentuk pembangunan yang resisten.

Dia mendesak Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi terhadap Israel dan membatalkan perjanjian perdagangan dengannya sebagai tanggapan atas penghancuran proyek yang didanai oleh Brussel di Area C.

Shadi Othman, juru bicara UE di Wilayah Palestina, mengatakan UE mendanai dan mengimplementasikan beberapa proyek dan bantuan pembangunan dan kemanusiaan di Area C.

Baca juga: Swedia Tolak Ekstradisi Jurnalis Turkiye Bulent Kenes, Walau Ankara Sebut Sebagai Syarat Gabung NATO

"Kebijakan UE didasarkan pada terus mendanai dan mengimplementasikan proyek-proyek ini sekarang dan di masa depan,” katanya kepada Arab News, Kamis (22/12/2022).

Dia menambahkan dukungan Eropa berlanjut dan terus bekerja di Area C sebagai bagian dari Tepi Barat dan semua negara Uni Eropa menyetujui posisi ini.

Othman mengatakan dukungan Eropa yang diberikan kepada proyek-proyek Palestina di Area C selama tiga tahun terakhir berjumlah €30 juta atau $31,7 juta.

Juru bicara UE menyatakan keprihatinannya atas penghancuran proyek-proyek yang didanai oleh UE oleh tentara Israel di Area C di Tepi Barat.

Dia menegaskan UE selalu membahas masalah tersebut dengan otoritas Israel.(*)

Baca juga: Serangan Turkiye Mendorong Ribuan Warga Kurdi Suriah Ingin Lari ke Eropa, Sampai Juga ke Jerman

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved