Internasional

Serangan Turkiye Mendorong Ribuan Warga Kurdi Suriah Ingin Lari ke Eropa, Sampai Juga ke Jerman

Ribuan warga Kurdi di Suriah ingin melarikan diri ke Uni Eropa untuk menghindari serangan Turkiye yang semakin gencar.

Editor: M Nur Pakar
AP
Seorang migran Kurdi asal Suriah berselfie saat mencoba menyeberangi lautan sebelum singgah di Aljazair dengan tujuan Uni Eropa. 

Mencakup perjalanan dengan mobil dan pesawat melintasi Lebanon, Mesir, Libya, Aljazair, lalu akhirnya dengan perahu ke Spanyol.

Mereka mengatakan memilih rute memutar ini karena takut ditahan oleh pasukan Turkiye atau militan yang didukung Turki di Suriah jika mencoba menyelinap ke Turkiye, jalur paling langsung ke Eropa.

Menurut data dari badan perbatasan Uni Eropa Frontex, setidaknya 591 warga Suriah telah menyeberangi Mediterania dari Aljazair dan Maroko ke Spanyol pada 2022, enam kali lebih banyak dari total tahun lalu.

Seorang penyelundup Suriah Kurdi di Aljazair mengatakan puluhan orang Kurdi dari Suriah tiba di kota pesisir Aljazair Oran setiap minggu untuk perjalanan laut.

"Saya belum pernah mendapatkan angka setinggi ini sebelumnya," kata penyelundup itu kepada The Associated Press, berbicara dengan syarat anonim karena takut ditangkap oleh pihak berwenang Aljazair.

Konflik bertahun-tahun dan gejolak ekonomi telah membekas di wilayah utara Suriah, rumah bagi sekitar 3 juta orang di bawah kendali de facto Kurdi.

Baca juga: Pasukan Kurdi di Suriah Hentikan Operasi Tempur Bersama AS, Serangan Turkiye Makin Menggila

Wilayah itu menjadi sasaran kelompok militan ISIS, pasukan Turki, dan kelompok oposisi Suriah dari daerah kantong yang dikuasai pemberontak di baratlaut negara itu.

Perubahan iklim dan kemiskinan yang memburuk memicu wabah kolera dalam beberapa bulan terakhir.

Seperti Mesko, banyak migran berasal dari kota Kobani di Suriah, yang menjadi berita utama tujuh tahun lalu ketika para pejuang Kurdi bertahan dari pengepungan brutal oleh kelompok militan ISIS.

"Kota itu dibiarkan hancur, dan sejak itu, tidak banyak yang terjadi untuk mencoba membangun kembali, kata Joseph Daher, seorang profesor di Institut Universitas Eropa di Florence, Italia.

Dia menambahkan sebagian besar dana pembangunan disalurkan ke kota-kota lebih jauh ke timur.

Peristiwa baru-baru ini di Suriah timur laut telah memberi penduduknya insentif tambahan untuk pergi.

Turkiye meningkatkan serangan ke wilayah Kurdi di Suriah setelah pemboman di Istanbul pada November 2022, menewaskan enam orang dan melukai lebih dari 80 lainnya.

Ankara menyalahkan Partai Pekerja Kurdi yang dilarang dan milisi Kurdi yang didukung AS, Unit Perlindungan Rakyat di Suriah.

Keduanya membantah bertanggung jawab.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved