Kilas Balik Tsunami Aceh 2004
Kisah Dihira, Siswa MTSN Model Banda Aceh Menantang Maut dengan Tong Sampah saat Tsunami 2004
Namun mobil labi-labi itu juga akhirnya tenggelam, kebetulan Dihra melihat tong sampah besar yang mengapung dan meloncat ke dalamnya.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Tuhan maha berkehendak. Teungku Sofyan (pada saat itu berumur 20 tahun) yang digulung ombak tsunami hingga beberapa kilometer.
Kemudian tertimbun reruntuhan bangunan selama tujuh hari tanpa makan tanpa minum, kini masih kuat bertahan hidup.
Saat ditemukan kondisi Teungku Sofyan sangat menyedihkan. Tubuhnya penuh luka.
Kondisinya sangat lemah. Hanya matanya yang bergerak-gerak.
Dia ditemukan warga terkubur di reruntuhan bangunan. Saat itu yang terlihat hanya bagian kepala dan tangannya.
Tidak diperoleh informasi lebih detail di mana Sofyan di temukan.

Beberapa saksi yang ditemui di Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh hanya menyebutkan di wilayah Aceh Jaya.
Mereka hanya menyebutkan Sofyan ditemukan ditumpukan reruntuhan bangunan dan sampah-sampah yang terbawa air saat para warga tengah mencari sanak saudaranya.
Tempat ditemukan Sofyan itu letaknya beberapa kilometer dari tempat tinggal Sofyan.
Menurut keterangan warga, Sofyan ditemukan pada hari ketujuh (2/1/2005). Saat ditemukan Sofyan masih bisa minum air putih.
"Saat itu kondisinya memang lemah sekali. Ia lemas. Tapi waktu kami kasih air putih, masih bisa meneguknya," ujar salah satu warga.
Warga bisa menemukan Sofyan karena saat melintas di puing-puing reruntuhan mendengar ada rintihan.
"Kami tidak mengira ada orang di reruntuhan itu. Kami dengar sayup sayup ada orang merintih. Kami cari, dia kelihatan kepala sama tangannya," tambahnya.
(Pada saat itu) kondisi Sofyan masih lemah. Ia belum bisa berkomunikasi.
Namun luka-lukanya sudah mulai mengering. (Arsip Serambi Indonesia/Serambinews.com/Agus Ramadhan)