Polisi Tembak Polisi
Ahli Peringan Dakwaan Sambo Malah Sebut Orang Disuruh Tak Bisa Dipidana, Blunder Untungkan Eliezer?
Ahli peringan Sambo malah sebut orang yang disuruh oleh aktor intelektual dalam sebuah kasus, tak bisa dipidanakan. Blunder untungkan Bharada Eliezer?
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
Sementara berbeda halnya dalam uitlokken (menganjurkan), kedua-duanya yakni yang menganjurkan dan yang dianjurkan bisa dihukum.
"Kedua-duanya bisa dipidana, baik orang yang menggerakkan maupun yang digerakkan. Di situlah perbedaan prinsipil antara doen plegen dan uitlokken," jelas Prof Elwi.
Baca juga: Bharada Eliezer Tertawa Dengar Keterangan Ricky Rizal, Hakim: Ada Ketidaksesuaian Cerita Saudara
Meski dihadirkan sebagai ahli yang menguntungkan atau peringan dakwaan Ferdy Sambo, Prof Elwi menyebut pernyataan yang malah dinilai meringankan Bharada Eliezer.
Bila merujuk pada kasus pembunuhan Brigadir J, diketahui Ferdy Sambo memberikan perintah atau menyuruh Bharada Eliezer menembak Yosua hingga tewas.
Dalam hal ini, Bharada Eliezer masuk ke dalam kategori doen plegen.
Artinya, Bharada Eliezer menjadi sosok yang tidak bisa dipidana sebagaimana penjelasan Prof Elwi karena diperintah atau disuruh oleh Ferdy Sambo, bukan dianjurkan.
Baca juga: Bharada Eliezer Masuk Toilet Berdoa: Tuhan, Kalau Bisa Ubah Pikiran Pak Sambo Biar Gak Jadi Nembak
Kronologi Detik-Detik Pembunuhan Brigadir J
Dalam bacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang pertama Ferdy Sambo pada Senin (17/10/2022) lalu, secara detail diuraikan bagaimana detik-detik pembunuhan Brigadir J.
Termasuk dalam hal ini perintah Ferdy Sambo kepada Bharada E yang memaksa agar sang ajudan menembak lebih dahulu ke arah tubuh Yosua.
JPU dalam bacaan dakwaan menceritakan, kejadian dimulai sekitar pukul 17.12 WIB.
Saat itu, Kuat Maruf yang mengetahui kehendak jahat Ferdy Sambo dengan sigap dan tanggap keluar melalui pintu dapur menuju garasi.
Kuat menghampiri saksi Ricky Rizal Wibowo yang berdiri dekat garasi di dekat bak sampah.
"Om, dipanggil bapak sama Yosua," ucap JPU menirukan Kuat.
Baca juga: Pengacara Sambo Bentak-bentak Eliezer di Persidangan, Bharada E Jawab Santai: Siap Pak
Mendengar perkataan tersebut, Ricky menghampiri Yosua yang sedang berada di halaman samping rumah dan memberitahu dirinya dipanggil Ferdy Sambo.
Kemudian Yosua tanpa sedikit pun curiga berjalan masuk ke rumah melewati garasi dan pintu dapur menuju ruang tengah dekat meja makan.