Jurnalisme Warga
Lammod Ta Noi, Komunitas Mayoritas Muslim di Thailand
Lammod Ta noi Community adalah salah satu komunitas masyarakat yang terdapat di Distrik Nong Chok, Thailand mayoritas beragama Islam
Anak anak yang sekolah di sini berasal dari sebagian anak Melayu dan penduduk asli Thailand.
Di sekolah tersebut mereka juga dilatih untuk bisa berbahasa Arab, Inggris, dan Melayu.
Masyarakat yang hidupnya berkecukupan bisa membayar guru les privat khusus bahasa kepada anak-anaknya di luar kegiatan pendidikan formal.
Kemudian mereka bisa melanjutkan pendidikan anak- anak mereka ke tingkat yang lebih lanjut, yaitu universitas.
Akan tetapi, bagi keluarga yang dari latar belakang ekonomi ke bawah mereka hanya memberi pendidikan kepada anakanak mereka sampai tingkat SMA.
Oleh karena itu, anak-anak yang sudah disekolahkan privat khusus oleh orang tuanya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik sehingga kesejahteraan ekonominya juga membaik.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu penduduk di permukiman tersebut saat saya wawancarai.
Akan tetapi, bagi anak yang berasal dari keluarga yang ekonominya menengah dan ke bawah belum bisa seberuntung itu.
Ada sebagian yang anak-anaknya memiliki kapasitas bahasa Arab yang baik mereka diterima menjadi pengajar bagi anak-anak kecil penduduk muslim yang mengaji di permukiman tersebut sehingga dari pekerjaan tersebut tidak membuat anak-anak mereka menganggur.
Di permukiman Lammod Ta noi terdapat sebuah mesjid bernama Yam Ul Ikhwan yang diwakafkan oleh pemerintah kepada masyarakat desa tersebut.
Baca juga: Rektor USK Presentasikan Nilam di Konferensi Internasional IMT-GT Thailand
Masjid ini digunakan sebagai tempat untuk pendidikan nonformal bagi masyarakat sekitar.
Pendidikan nonformal yaitu berupa beberapa program yang mengajarkan tentang Al-Qur’an, di antaranya 1) qari atau tilawah (mengaji dengan suara merdu dan menggunakan irama tertentu); 2) tahsin yaitu membaca ayat Al-Qur’an dengan makahrijul huruf yang baik dan benar sehingga mengantarkan kepada kefasihan dalam membaca ayat Al-Qur’an; 3) tahfiz, yaitu menghafal ayat-ayat Qur’an; dan 4) nasyid yaitu berselawat dengan membentuk grup tertentu, tetapi dengan berbagai macam irama yang dikolaborasikan.
Program-program tersebut adalah inisiatif dari para pengurus Masjid Yam Ul Ikhwan untuk membentuk bakat serta menambah minat anak-anak muslim yang ada di desa tersebut.
Program tersebut tidak mendapat dana sponsor dari pemerintah Bangkok, melainkan semua dananya murni berasal dari para pengurus masjid setempat.
Program tersebut dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu dikarenakan hari tersebut merupakan hari libur sekolah di daerah ini, sehingga semua anak bisa mengikuti program tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RISMAYANI-Mahasiswi-Fakultas-Syariah-dan-Hukum-UIN-Ar-Raniry.jpg)