Opini
Sinergi Ruang dan Air untuk Kehidupan
Kita berhipotesis bahwa ruang tak harus butuh air namun sebaliknya, air butuh ruang untuk bisa berdiam, mengalir, hingga dikonsumsi
OLEH ISMA ARSYANI ST MT, ASN di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Bener Meriah
RUANG bermakna rongga yang berbatas atau terlingkung oleh bidang atau rongga yang tidak berbatas, tempat segala yang ada.
Demikian KBBI versi daring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (kbbi.kemdikbud.go.id) memberikan makna di samping beberapa makna lainnya.
Jika menilik kata air di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), di situs yang sama, muncul makna cairan tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang diperlukan kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yang secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen.
Selain itu air juga bermakna sebuah benda cair yang biasa terdapat di sumur, sungai, danau yang mendidih pada suhu 100°.
Jika melihat definisi di atas kita berhipotesis bahwa ruang tak harus butuh air namun sebaliknya, air butuh ruang untuk bisa berdiam, mengalir, hingga dikonsumsi.
Hipotesis ini akan bergeser bila kita meninjau dari sisi penataan ruang yang merupakan awal sebuah rencana bagaimana sebuah wilayah diatur sesuai dengan kemampuan dan kapasitas tampungnya sehingga makhluk hidup dan lingkungannya dapat saling bersinergi dan bersimbiosis terutama simbiosis mutualisme.
Ruang yang ingin diperuntukkan untuk fungsi sesuatu aktivitas di sebuah bagian wilayah harus memperhitungkan salah satu unsur yaitu air.
Suplai air di sebuah ruang akan menjadi titik awal fungsi sebuah ruang akan berjalan dan menjadi awal kehidupan.
Dari sisi sosial dan sejarah, di sekitar kita, umumnya, permukiman berada tak jauh dari sungai, danau, atau sumber air lainnya.
Permukiman di sekitar kita banyak bermula di wilayah aluvial dengan karakteristik tanah yang gelap dan subur yang berasal dari endapan sungai, danau, dan air hujan yang menggenang karena cekungan (rumah.com).
Baca juga: SBA Gelar Rangkaian Quarry Day, Berkomitmen Lestarikan Lingkungan
Baca juga: 1.078 Calon Anggota PPK di Lingkungan KIP Aceh Besar Ikut Ujian Tulis CAT di UIN Ar-Raniry
Mengapa, karena di wilayah ini ada mineral yang tinggi dan ketersediaan air yang bisa menjadi andalan untuk memenuhi hidup di sana.
Pun bila kita melihat bahan buku ajar sejarah di tingkat lanjutan pertama, peradaban yang menelurkan kebudayaan tertua seperti India dengan sungai Gangga, Babilionia di sisi sungai Tigris, serta peradaban Mesir yang dekat dengan sungai Nil, dan peradaban lain sebuah bangsa yang lahir dari sisi sungaisungai besar.
Bahkan saat ini terbukti banyak perkampungan di sekitar kita sangat akrab dengan sungai, danau, dan sumber air lainnya.
Kearifan menunjukkan pendirian komunitas hingga ekosistem berawal dari dataran yang dekat dengan sumber air.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ISMA-ARSYANI-ST-MT-ASN-di-Dinas-Pekerjaan-Umum-Perumahan.jpg)