Tampar Siswi hingga Pingsan, Kepala Sekolah MTs Nurul Islam Gresik Diberhentikan
"Pertama, kami langsung memberhentikan kepala sekolah dan menunjuk Plt baru, dari Waka dan seorang perempuan bu Mufidah," kata Ali.
SERAMBINEWS.COM - Inilah kabar terbaru soal kepala sekolah MTs Nurul Islam Gresik, Jawa Timur, yang tampar sejumlah muridnya, hingga ada yang pingsan.
Menanggapi kasus tersebut, Yayasan Nurus Islam langsung mengambil tindakan tegas.
Tindakan tersebut diambil agar korban dan siswa-siswa lainnya bisa belajar dengan tenang.
TribunGresik.com mewartakan, Ali Muchsin selaku ketua Yayasan Nurul Islam menyesalkan tindakan yang dilakukan kepala sekolah.
Yayasan pun langsung mengganti kepala sekolah tersebut.
Pihaknya juga langsung menunjuk Plt baru untuk menggantikan kepala sekolah tersebut.
"Pertama, kami langsung memberhentikan kepala sekolah dan menunjuk Plt baru, dari Waka dan seorang perempuan bu Mufidah," kata Ali.
Soal tindakan yang dilakukan kepada korban, pihak yayasan akan mendatangkan psikolog.
Psikolog didatangkan untuk mendampingi siswi yang menjadi korban.
Nantinya, akan dilakukan trauma healing.
Trauma healing dilakukan agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
Masih mengutip laman yang sama, Yayasan Nurul Islam juga sudah mendatangi wali murid yang melakukan pelaporan ke kepolisian.
"Proses kepolisian kami serahkan ke kepolisian tapi kami berharap penyelesaian yang sama sama baik," tambahnya.
Baca juga: Kepala Sekolah di Gresik Tampar Belasan Siswi, 4 Orang Pingsan, Pelaku Dilaporkan ke Polisi
Sebelumnya diwartakan, AN seorang kepala sekolah MTS di Kecamatan Manyar Gresik menampar belasan siswinya, Selasa (3/1/2023).
Mereka kedapatan membeli makanan di luar sekolah.
AN marah karena siswi- siswi itu melanggar peraturan sekolah yakni jajan di luar sekolah.
Peraturan tersebut tak memperbolehkan siswa untuk membeli makanan di luar sekolah.
Akibatnya, beberapa siswi ada yang pingsan setelah ditampar.
Mengutip Tribun Gresik.com, siswa yang ketahuan jajan di luar sekolah diminta berdiri di sebuah ruangan.
Mereka kemudian ditampar kepala sekolah satu per satu.
Total ada empat orang murid yang langsung pingsan akibat tamparan AN.
AN pun dilaporkan ke pihak berwajib oleh orangtua.
Kanit Reskrim Polsek Manyar, Iptu Joko Suprianto membenarkan adanya kasus tersebut.
"Berdasarkan keterangan pelapor, siswi menerima pukulan di bagian kepala," ucapnya, Kamis (5/1/2023).
Pihak kepolisian juga akan melimpahkan kasus ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
"Nanti akan kami limpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Gresik yang menangani," kata Joko.
Korban Lakukan Visum
Mengutip Kompas.com, Iptu Joko juga menyebutkan, korban yang pingsan telah dilakukan visum.
"Sudah kami lakukan visum pada keempatnya, dipukul di bagian kepala," ujar dia.
Diketahui, kejadian penamparan yang dilakukan kepala sekolah tersebut terjadi Selasa (3/1/2023).
Kapolsek Manyar, AKP Windu Priyono Prayitno mengungkapkan, dugaan kekerasan yang dilakukan kepala sekolah diketahui setelah salah satu orangtua korban datang ke Polsek.
"Kejadiannya Selasa kemarin, diketahui setelah salah satu orangtua korban datang ke Polsek melaporkan kejadian. Melaporkan jika anaknya menjadi korban kekerasan," ujar Windu saat ditemui di Mapolsek Manyar, Kamis (5/1/2023).
Saat ini, jajaran Polsek Manyar terus melakukan pendalaman kasus.
Baca juga: Khutbah Jumat di Langsa Kota, Haji Uma: Hidup Untuk Mencari Kebahagiaan Bukan Kesenangan
Baca juga: NIK Sebagai NPWP sudah Bisa Digunakan 53 Juta Warga Indonesia
Baca juga: Kakek Berusia 68 Tahun Nikahi Gadis 15 Tahun, Uang Pinangan Rp 50 Juta, Diduga Korban Pencabulan
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nasib Kepala Sekolah yang Tampar Muridnya hingga Pingsan, Yayasan: Kami Berhentikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-kekerasan-juni-2021.jpg)