Rabu, 8 April 2026

Internasional

Rusia Gempur Ukraina Timur Dipimpin Pasukan Bayaran Wagner, Mayat Bergelimpangan

Rusia meningkatkan serangan terhadap Kota Soledar di Ukraina timur, memaksa pasukan Ukraina menghalau gelombang serangan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Tentara Ukraina evakuasi rekannya ditembak tentara bayaran Wagner, Rusia di Kota Soledar, Ukraina Timur. 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Rusia meningkatkan serangan terhadap Kota Soledar di Ukraina timur, memaksa pasukan Ukraina menghalau gelombang serangan.

Gempuran dipimpin oleh milisi kontrak Wagner di sekitar kota pertambangan garam dan front terdekat.

Soledar, di kawasan industri Donbas, terletak beberapa mil dari Bakhmut.

Tempat pasukan dari kedua belah pihak mengalami kerugian besar dalam beberapa perang parit sejak Rusia menginvasi Ukraina hampir 11 bulan lalu.

Pasukan Ukraina memukul mundur upaya sebelumnya untuk merebut kota itu.

Tetapi sejumlah besar unit Grup Wagner dengan cepat kembali.

"Mereka mengerahkan taktik baru dan lebih banyak tentara di bawah perlindungan artileri berat," kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar di aplikasi pesan Telegram.

Baca juga: AS Tuduh Perusahaan Militer Swasta Rusia, Grup Wagner Mendapat Bantuan Persenjataan dari Korea Utara

“Musuh benar-benar melangkahi mayat tentara mereka sendiri, menggunakan artileri massal, sistem MLRS, dan mortir,” kata Malyar, seperti dilansir AFP, Selasa (10/01/2023).

Kementerian :ertahanan Rusia tidak menyebutkan baik Soledar atau Bakhmut dalam jumpa pers reguler.

Sebelumnya, menghadapi kritik atas klaim yang tampaknya salah tentang serangan rudal di barak sementara Ukraina.

Wagner didirikan oleh Yevgeny Prigozhin, sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dia menarik beberapa rekrutan dari penjara Rusia dan dikenal karena kekerasan tanpa kompromi.

Wagner aktif dalam konflik di Afrika dan telah mengambil peran penting dalam upaya perang Rusia di Ukraina.

Baca juga: Perang Ukraina Semakin Langgeng, AS, Jerman dan Prancis Kirim Tank Bradley Sampai Rudal Anti-Tank

Prigozhin telah mencoba merebut Bakhmut dan Soledar selama berbulan-bulan dengan mengorbankan banyak nyawa di kedua sisi.

Dia mengatakan jaringan terowongan pertambangan besar di bawah tanah, dapat menampung sekelompok besar orang serta tank dan mesin perang lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved