Kamis, 16 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tolak Berperang Tentara Rusia Dipenjara, NATO Pantau Pergerakan Militer Rusia

Seorang tentara profesional Rusia berusia 24 tahun dengan lima tahun penjara karena menolak berperang di Ukraina

Editor: bakri
AFP
Seorang patriak ortodoks mendoakan para tentara Rusia yang akan berperang di Ukraina, Moskow, Jumat (06/01/2023). 

MOSKWA - Pengadilan Rusia di wilayah Bashkortostan di Ural selatan menghukum seorang tentara profesional berusia 24 tahun dengan lima tahun penjara karena menolak berperang di Ukraina.

"Prajurit itu, tidak ingin ikut serta dalam operasi militer khusus, tidak melapor untuk bertugas pada Mei 2022," kata layanan pers institusi itu pada Kamis (12/1/2023).

Dikutip Al Jazeera, penegak hukum mengamankan pria itu, Marsel Kandarov, pada September 2022 kemarin.

Pengadilan militer mengatakan, mereka menghukum Kandarov lima tahun penjara karena menghindari dinas militer selama mobilisasi dalam waktu lebih dari sebulan.

Rusia mengumumkan mobilisasi 300.000 orang pada akhir September kemarin setelah menderita kekalahan medan perang di tangan pasukan Ukraina.

Pengumuman tersebut memicu eksodus pria dari Rusia.

Banyak yang melarikan diri ke negara tetangga termasuk Armenia, Georgia, dan Kazakhstan.

Orang-orang Rusia di seluruh negeri berunjuk rasa menentang perintah tersebut.

Tetapi polisi telah berusaha untuk membubarkan protes anti-perang saat mereka menahan ratusan orang, termasuk beberapa anak.

Tak punya pengalaman

Kritikus mengatakan banyak orang yang dimobilisasi hampir tidak memiliki pengalaman medan perang.

Pengamat mengatakan, para tentara cadangan hanya menerima sedikit pelatihan sebelum dikirim ke garis depan.

Baca juga: 89 Tentara Rusia Tewas Diserang Roket Ukraina, Kemhan Salahkan Ponsel

Baca juga: Tentara Rusia yang Disuruh Putin Bertempur di Ukraina Hajar Komandannya Sampai Tewas

Secara terpisah, pengadilan militer di Moskow menjatuhkan hukuman lima tahun enam bulan kepada seorang tentara di sebuah koloni hukuman.

Prajurit tersebut kabarnya "memukul" seorang perwira selama pertengkaran, kantor berita negara Rusia TASS melaporkan pada Rabu (11/1/2023).

TASS mengatakan, tentara itu menyatakan "ketidakpuasannya" dengan pelatihan prajurit yang dimobilisasi di luar Moskow.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved