Breaking News:

Berita Nagan Raya

Dua Calon PPS di Nagan Raya Batal Dilantik, Belakangan Diketahui Ternyata Suami Istri

“Hal ini baru diketahui atas adanya laporan masyarakat. Pihak PPK Kecamatan Seunagan memang sebelumnya tidak mengetahui mereka suami-istri...

Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
Dok KIP
Anggota PPS Nagan Raha mengikuti bimtek setelah pelantikan di Alun Suka Makmue, Selasa (24/1/2023). 

“Hal ini baru diketahui atas adanya laporan masyarakat. Pihak PPK Kecamatan Seunagan memang sebelumnya tidak mengetahui mereka suami-istri, setelah ada laporan baru diketahui,” kata Muhajir.

Laporan Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE  -  Dua warga Desa Alue Dadok, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya yang sebelumnya dinyatakan lulus sebagai calon Panitia Pemunggutan Suara (PPS) gagal dilantik, Selasa (24/1/2023).

Pasalnya, kedua calon tersebut merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang lulus di desa yang sama.

Penundaan pelantikan dua calon PPS telah disampaikan KIP Nagan Raya kepada keduanya. 

Dua calon PPS tersebut bernama Irvandi dan Istiqamah.

Namun di sisi lain, pelantikan 664 orang dari sebelumnya 666 orang berlangsung di Aula Alun-alun Suka Makmue. 

Pelantikan PPS dalam mensukseskan Pemilu 2024 dihadiri seluruh peserta dan Forkopimda Nagan Raya.

Baca juga: Dewan Nilai Hasil Pengumuman PPS Amburadul, di Satu Gampong Ada Empat Peserta yang Lulus

Komisioner KIP Nagan Raya, Muhajir Hasballah ditanyai mengakui bahwa ada pasangan suami istri yang lulus wawancara dalam PPS desa Alue Dodok Kecamatan Seunagan.

“Hal ini baru diketahui atas adanya laporan masyarakat. Pihak PPK Kecamatan Seunagan memang sebelumnya tidak mengetahui mereka suami-istri, setelah ada laporan baru diketahui,” kata Muhajir.

Menurutnya, terkait laporan itu langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan memanggil keduanya.

Namun yang hadir cuma suaminya yaitu, Irvandi ke Kantor KIP Nagan Raya karena tidak hadir keduanya.

“Maka kami KIP Nagan Raya berkoordinasi dengan KIP Aceh dan hasil Koordinasi disimpulkan mereka berdua suami istri ditunda dulu pelantikan 24 Januari 2023,” jelasnya.

Terkait hal itu, kata Muhajir, mereka suami istri  diproses terlebih dahulu karena suami istri sebagai petugas PPS tidak dibenarkan oleh aturan dan ini sesuai PKPU Nomor 8 tahun 2022 dan diatur dalam juknis KPU RI Nomor 534 tahun 2022. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved