Breaking News:

Berita Pidie

Berusaha Kabur dari Lokasi Penampungan, Polisi Tangkap 15 Rohingya di Kebun Warga Padang Tiji

Penangkapan dilakukan polisi saat 'manusia perahu' itu berusaha kabur dari lokasi penampungan sementara Panti Asuhan Mina Raya, Kecamatan Padang Tiji.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswato dan Kapolres Pidie, AKBP Ahmad Asfali, berfoto bersama dengan delegasi IOM Uni Eropa di Pendopo Bupati Pidie. 

Penangkapan dilakukan polisi saat 'manusia perahu' itu berusaha kabur dari lokasi penampungan sementara Panti Asuhan Mina Raya, Kecamatan Padang Tiji, Pidie.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Personel Polres Pidie menangkap 15 pengungsi Rohingya di kebun warga di Padang Tiji.

Penangkapan dilakukan polisi saat 'manusia perahu' itu berusaha kabur dari lokasi penampungan sementara Panti Asuhan Mina Raya, Kecamatan Padang Tiji, Pidie.

"Sekitar sebelas pengungsi Rohingya masih dalam pemeriksaan polisi, yang diamankan di Mapolres Pidie," kata Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali SIK, saat audensi WNA dengan delegasi IOM Uni Eropa di Pendopo Bupati Pidie dalam rilis dikirim kepada Serambinews.com, Kamis (26/1/2023).

Ia menjelaskan, hasil introgasi terhadap pengungsi Rohingya, bahwa mereka melarikan diri dengan tujuan ke Malaysia ingin bertemu dengan keluarganya.

Rohingya tersebut ditangkap polisi di kebun warga di Padang Tiji beberapa hari lalu.

"Apakah ada penanganan pengungsi yang langsung difasilitasi bertemu dengan keluarga di Malaysia," tanya Kapolres Imam Asfali dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, selama ini polisi telah memantau kondisi pengamanan camp pengungsi dinilai telah baik.

Di mana saat ini diperlukan pengamanan tambahan, seperti pemasangan CCTV di lokasi pengungsi.

Baca juga: Warga Bersihkan Lokasi Pengungsi Rohingya

"Kita mengantisipasi tindakan  kriminal yang ditimbulkan dari para pengungsi, dan sebelumnya ditemukan barang-barang senjata tajam yang dimiliki para pengungsi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Pidie juga menanyakan bagaimana penanganan terhadap para pengungsi yang sudah melanggar peraturan yang dimiliki Negara Indonesia sesuai Perpres 125 tahun 2016 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri dan tindakan atau hukuman apa yang diberikan terhadap para pengungsi yang melarikan diri dari camp pengungsi.

Ia menyebutkan, terkait satgas lokal belum dapat dibentuk, lantaran memerlukan anggaran.

Di mana anggaran dari daerah tidak bisa digunakan untuk satgas lokal.

Selain itu, kata Ahmad Asfali, konflik antara pengungsi telah ada, seperti adanya beberapa kelompok antara pengungsi dan konflik terhadap masyarakat, karena telah ada penolakan keberadaan pengungsi di lingkungan masyarakat. 

Delegasi IOM Uni Eropa, Miss Michelle Cicic, dalam rilis dikirim kepada Serambinews.com, Rabu (25/1/2023) menjelaskan, ia sangat menghargai poin-poin yang telah disampaikan Kapolres Pidie.

"Kami prihatin terhadap pengungsi anak-anak yang selama ini melakukan perjalanan yang telah dilalui,  dimana kita bekerja sama dengan Dinsos atau lembaga anak-anak yang akan memulihkan mental dari anak-anak," pungkasnya. (*)

Baca juga: Warga Gampong Leun Bersihkan Lokasi Pengungsi Rohingya yang Terdampak Banjir

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved