Breaking News
Rabu, 27 Mei 2026

Internasional

Menteri Pariwisata Iran Desak Toleransi Bagi Perempuan Tak Berjilbab

Seorang anggota kabinet Pemerintah Iran menyerukan toleransi yang lebih besar terhadap perempuan yang tidak mengenakan jilbab

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Pariwisata dan Warisan Ezzatollah Zarghami (tengah) menggelar konferensi pers di Teheran. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Seorang anggota kabinet Pemerintah Iran menyerukan toleransi yang lebih besar terhadap perempuan yang tidak mengenakan jilbab.

Hal itu terkait di tengah protes berbulan-bulan yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral Iran.

Menteri Pariwisata dan Warisan Ezzatollah Zarghami, berbicara setelah pertemuan pemerintah.

Dia merujuk pada fakta semakin banyak perempuan terlihat tanpa mengenakan jilbab sejak kematian Amini pada 16 September 2022.

“Sayangnya, sikap tertutup ada di negara ini, tetapi kami tidak bisa lagi bersikap keras terhadap rakyat,” kata Zarghami, lapor kantor berita ISNA dan beberapa surat kabar pada Kamis (26/01/2023).

“Untuk mengembangkan pariwisata dan meningkatkan kehidupan sosial, Anda harus membuka ruang, memahami masyarakat dan tidak ketat dengan mereka,” tambahnya.

Baca juga: Atlet Panahan Iran Ikut Demonstrasi, Tidak Menyesal Kehilangan Mata Kiri Ditembak Pasukan Keamanan

Zarghami mengatakan dia menasihati seorang pria yang berprilaku kasar terhadap seorang wanita yang tidak mengenakan jilbab untuk menutup matanya jika melihatnya membuatnya bergairah.

Amini, seorang wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun, meninggal dalam tahanan setelah ditangkap oleh polisi moralitas karena diduga melanggar aturan berpakaian yang ketat di negara itu.

Zarghami dikritik keras oleh ultra-konservatif pada Oktober 2022 setelah dilaporkan mengkritik polisi moralitas.

Sejak pecahnya protes, unit polisi moralitas yang bertugas menegakkan aturan jilbab kurang terlihat dan perempuan turun ke jalan tanpa wajib berjilbab.

Tetapi pihak berwenang mengisyaratkan toleransi yang berkurang sejak awal tahun, dengan peringatan polisi, wanita harus mengenakan jilbab bahkan di dalam mobil.

Awal bulan ini, Jaksa Agung mengeluarkan arahan di mana polisi diperintahkan untuk menghukum dengan tegas setiap pelanggaran jilbab.

Baca juga: Ikut dan Laporkan Demonstrasi, Iran Tangkap Tiga Jurnalis Wanita, Dijebloskan ke Penjara Evin

Pengadilan juga harus menghukum dan mendenda pelanggar, dengan hukuman tambahan seperti pengasingan, larangan mempraktikkan profesi tertentu dan menutup tempat kerja.

Iran mengatakan ratusan orang, termasuk personel keamanan, telah tewas dan ribuan ditangkap sehubungan dengan protes, yang umumnya mereka gambarkan sebagai kerusuhan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved