Selasa, 19 Mei 2026

Internasional

Ukraina Mulai Tak Sabar, Minta Pasokan Senjata Barat Dipercepat, Serangan Rusia Makin Bringas

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy tampak mulai tak sabar atas pasokan senjata dari Barat, khususnya dari Eropa dan Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Military.com
Tank tempur utama M1 Abrams buatan Amerika Serikat. 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy tampak mulai tak sabar atas pasokan senjata dari Barat, khususnya dari Eropa dan Amerika Serikat.

Hal itu seiring serangan rudal Rusia makin bringas di wilayah selatan dan timur Ukraina.

Seperti serangan rudal menewaskan tiga orang di kota Kherson, Ukraina selatan.

Bahkan, pertempuran terus berkecamuk di wilayah Donetsk timur dengan Rusia kembali menembaki kota utama Vuhledar, kata pejabat Ukraina.

Zelensky mengatakan Ukraina menghadapi situasi sulit di Donetsk dan membutuhkan pasokan senjata yang lebih cepat dan persenjataan jenis baru.

Padahal, baru beberapa hari lalu, sekutu Ukraina setuju untuk menyediakan tank tempur berat bagi Kiev.

Baca juga: Duta Besar Rusia Sebut Keputusan Jerman Kirim Tank Leopard Dapat Memicu Konfrontasi Baru

“Situasinya sangat sulit," ujarnya, seperti dilansir Reuters, Senin (30/01/2023).

"Bakhmut, Vuhledar, dan sektor lain di wilayah Donetsk ada serangan Rusia yang konstan,” kata Zelenskyy dalam pidato video pada Minggu (29/01/2023) malam.

“Rusia ingin perang berlarut-larut dan menghabiskan kekuatan kami," tambahnya.

"Jadi kami harus membuat waktu menjadi senjata," harapnya.

"Kami harus mempercepat acara, mempercepat pasokan senjata, dan membuka opsi senjata baru untuk Ukraina,” tegasnya.

Dilaporkan, sebanyak tiga orang tewas dan enam lainnya luka-luka oleh serangan Rusia di Kherson yang merusak sebuah rumah sakit dan sekolah.

Baca juga: Amerika Serikat Tolak Kirim Tank Abrams ke Kiev, NATO Terus Berupaya Bantu Senjata ke Ukraina

Pasukan Rusia telah menduduki Kherson tak lama setelah invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022.

Bahkan, menguasai kota itu sampai pasukan Ukraina merebutnya kembali pada November 2022.

Sejak pembebasannya, kota ini sering diserangn dari posisi Rusia melalui seberang sungai Dnipro.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved