Kupi Beungoh
Aktualisasi Ideologi Politik Islam PPP
PPP adalah partai warisan ulama, berlambang Ka'bah, berasaskan Islam dan dalam kiprahnya eksis dengan ideologi Islam yang didasari oleh pemahaman bahw
Oleh: Ghazali Abbas Adan
MUHAMMAD Qutb seorang ulama Mesir manyatakan "Adalah Islam (sebagai sistem hidup yang lengkap dan sempurna dari Allah) menjadi asing di atas buminya, dan kaum muslimin telah asing di atas bumi Islam, karena bumi itu telah dikendalikan oleh syaitan-syaitan, dikendalikan oleh kaum sekuler dan kaum atheis yang ingin mengeluarkan manusia dari diinnya (sistem hadup dari Allah) itu".
Demikian pula pernyataan Dr Yusuf Qaradhawy, juga seorang ulama Mesir "Dan berkata sebagian manusia, tidak ada agama (Islam) dalam politik, dan tidak ada politik dalam agama (Islam), dan ini dinamakan memindahkan pola-pola pikir Kristen dalam (kehidupan) masyarakat Islam”.
Menurut saya, yang pertama dan utama Allah swt dalam firman-Nya telah menyatakan, bahwa diin (sistem hidup) yang dirihai-Nya adalah Islam, dan memerintah kepada kaum muslimin untuk secara total (kaffah) dalam Islam. Yakni dalam segala ruang dan waktu melaksanakan hidup dan kehidupan, apapun aktifitas dan profesinya harus sesuai dengan Islam yang merupakan aturan dan sistem hidup dari Allah.
Berikutnya apa yang disampaikan kedua ulama Mesir itu adalah antitesis terhadap Islam, yakni sekularisme dan atheisme. Ideologi yang memisahkan Islam dari aktifitas dan profesi aktual yang lebih luas, termasuk politik. Islam tidak boleh menjadi aturan dan pedoman ketika berpolitik. Untuk kemudian dapat dipahami seseorang yang memilih kerja-kerja politik sebagai profesinya harus steril dari ajaran Islam.
• Koalisi Indonesia Bersatu Bakal Pasok Amunisi Baru, PPP: Sudah 95 Persen Menuju Pencalonan Capres
Para politisi ketika melakukan aktifitas dan kerja-kerja politik sebagaimana tugas pokok dan fungsinya seperti ikut kontestasi politik dalam pemilihan anggota legislatif dan/atau untuk jabatan di eksekutif tidak boleh membawa-bawa aturan syariat Islam.
Dan mengikuti tekstual tesis Muhammad Qutb dan Dr Yusuf Qaradhawy, bahwa yang demikian adalah konsep dan ideologi syaitan yang tidak boleh diikuti. Ini inheren dengan salah satu ayat Quran, yakni setelah Allah perintahkan menjadi muslim kaffah, juga larangan ikut langkah-langkah (ideologi) syaitan, karena syaitan itu merupakan musuh yang nyata bagi kaum muslimin.
Berdasarakan pemahaman yang demikian, maka bagi saya tidak ada urusan dengan narasi yang akhir-akhir ini gencar keluar dari mulut kaum Islamofobia, barisan sekuler, serta gerombolan buzzeRp peliharaan oligarki dengan ungkapan politik identitas, radikal radikul, kadrun dan sebagainya.
Sebagai seorang muslim apapun aktifitas dan profesi yang saya lakukan berusaha dengan tulus ikhlas dan sungguh-sungguh niscaya sesuai dengan Islam, termasuk ketika mengambil pilihan profesi sebagai pekerja politik, yakni manjadi politisi, saya tetap menjadikan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai wadah berpolitik.
PPP adalah partai warisan ulama, berlambang Ka'bah, berasaskan Islam dan dalam kiprahnya eksis dengan ideologi Islam yang didasari oleh pemahaman bahwa idelogi politik Islam PPP yang dielaborasi dalam butir-butir yang termaktub dalam warqah Rukun Khidmat dan Prinsip Perjuangan PPP dengan misi rahmatan lil-'alamin, memang klop dengan keyakinan dan pemahaman saya terhadap diin Islam. Yaitu sebagai sistem hidup yang lengkap dan sempurna dari Allah yang dibawa Rasul-Nya yang terakhir, khaatamul ambiyaa' walmursaliin membawa rahmat kasih sayang kapada alam semesta dan semua isinya.
• Tekat PPP Nagan Raya Pikirkan Kepentingan Umat, Mohd Riski: Mohon Doa dan Dukungan untuk Kami
Dan konsekuensinya bagaimana partai dan umat PPP mengaktualisasikannya dalam aktifitas kerja-kerja politik, apakah di lembaga legislatif, eksekutif dan dalam berbagai aspek hidup kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Betapa memang konsekuensi dari ideologi politik Islam yang melekat pada PPP tidak hanya sebatas tertulis dalam warqah Rukun Khidmat dan Prinsip Perjuangan, tapi harus membumi sehinga memberi manfaat, rahmat kasih sayang dan kemaslahatan bagi diri sendiri, rakyat banyak serta makhluk Allah yg lain yang ada di sekitarnya.
Tentunya itu semua dilakukan dalam rangka mencari keridhaan dan kecintaan Allah sebagai wujud nyata ibadah kepada-Nya. Karena Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Nya dan harus dilakukan sepanjang hidup sampai ajal tiba.
Seperti inilah pemahaman saya terhadap ideologi politik Islam PPP, dan saya tidak pada posisi menggiring apalagi menggurui siapapun, termasuk umat PPP yang lain niscaya sama dengan pemahaman saya ini, demikian pula berkaitan dengan pemahaman saya dalam uraian berikutnya.
Legalitas Eksistensi dan Aktualisasi Ideologi Politik Islam PPP
Tidak syak lagi bahwa eksistensi PPP sebagai salah satu partai politik di Indonesia serta melaksanakan aktifitasnya, baik berkaitan dengan internal organisasi PPP maupun kerja-kerja politik sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) politiknya, sah dan legal belaka. Dan tentu selain sesuai dengan undang-partai politik yang sudah disiapkan negara, juga dalam segala ruang dan waktu berpedoman serta menunjukkan konsistensi melaksanakan apa yang menjadi jatidiri, karakter, identitas dan ideologi politiknya sebagai partai Islam. Tidak ada urusan dengan narasi apapun yang keluar dari bacot barisan Islamofobia, kaum sekuler dan gerombolan buzzeRp peliharaan oligarki itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ghazali-899.jpg)