Opini
Polio Masih Mengancam Anak Aceh
Virus polio dapat hidup selama beberapa waktu di air dan tanah. Perilaku buang air besar (BAB) sembarangan berperan dalam penyebaran polio.
Penularan virus polio dari seseorang ke orang yang lain yaitu melalui fekal-oral, yang berarti bahwa virus yang masuk melalui mulut, akan berkembang biak di usus dan keluar melalui kotoran atau feses saat buang air besar (BAB).
Kotoran yang mengandung virus tersebut akan menginfeksi lingkungan sekitar dengan kebersihan yang jelek.
Misalnya buang air besar di sungai atau pampers berisi kotoran yang dibuang sembarangan. Penularan yang lain yang lebih jarang, melalui air atau makanan yang terkontaminasi dan kemudian berkembang biak di usus.
Virus polio dapat hidup selama beberapa waktu di air dan tanah. Perilaku buang air besar (BAB) sembarangan berperan dalam penyebaran polio.
Dari observasi yang dilakukan di desa Mane Kabupaten Pidie, bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penduduk yang masih kurang, masih ada penduduk yang menerapkan BAB terbuka (di sungai).
Meskipun tersedia toilet, lubang pembuangan langsung mengalir ke sungai. Air sungai dipakai sebagai sumber aktivitas penduduk, termasuk tempat bermain anak-anak.
Gejala awalnya penyakit polio yaitu berupa demam, lelah, nyeri kepala, muntah, kaku kuduk, dan nyeri pada anggota tubuh.
Satu dari 200 kejadian infeksi virus tersebut menyebabkan kelumpuhan irreversibel (biasanya pada tungkai). Dan sebanyak 5-10 persen kasus di antaranya meninggal akibat terjadinya kelumpuhan pada otot pernapasan.
Menegakkan diagnosis penyakit polio yaitu dengan pemeriksaan penunjang berupa serologis terhadap sampel feses (tinja) dari pasien yang dicurigai sebagai penderita polio.
Respons imunisasi dalam rangka Penanggulangan KLB di Aceh yaitu diadakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN), dua kali putaran.
Tujuan dilakukan respons imunisasi secara cepat adalah untuk mencegah transmisi virus polio terutama kepada kelompok yang rentan.
Vaksin polio oral yang sesuai untuk strain virus polio bisa menginduksi kekebalan mukosa usus dan tetap menjadi vaksin pilihan untuk menghambat transmisi virus polio dengan cepat dan menghentikan wabah.
Sub PIN putaran pertama dimulai tanggal 28 November di Pidie, selanjutnya di kabupaten/kota lain seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Sabang dimulai pada 5 Desember 2022.
Sedangkan untuk kabupaten/kota lainnya dimulai pada 12 Desember 2022.
Berdasarkan rilis dari website Dinas Kesehatan Aceh, selama pelaksanaan Sub-PIN Polio putaran pertama di Aceh, sebanyak 1.142.432 anak sudah mendapat imunisasi polio di Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/draslinarspam.jpg)