Jurnalisme Warga
Puisi dan Dilema Literasi
Saya takjub sendiri. Apalagi ketika guru saya yang dua tahun lagi akan pensiun bertanya, "Pak Edi, bagaimana caranya menulis puisi? Apakah harus berim
Oleh karenanya, penggunaan diksi bukan karena seseorang kaya kata-kata indah, tetapi kata-kata si penulis puisi merujuk pada ciri wataknya. Jika wataknya kasar, puisinya pasti mengandung kata-kata kasar (sarkas). Jika wataknya mesum, kosakata dalam puisinya juga mesum.
Menurut saya, di sinilah dilema banyak orang tidak ingin menulis puisi. Kata-kata dalam puisinya akan memudahkan orang untuk menebaknya sebagai pribadi baik atau tidak. Sebenarnya ini tidak salah, tapi tidak sepenuhnya benar. Ada banyak sekali puisi yang ditulis dengan narator 'aku' dalam puisi, tetapi bukan sudut pandang penyair itu sendiri. Puisi 'Hamburger' karya Seno Gumira Ajidarma misalnya, mengisahkan bagaimana roti lapis itu dibuat. Dan di dalam hamburger itu daging lembu protes karena terimpit tomat, cabai, saus, dan lainnya.
Oleh sebab itu, alangkah keliru anggapan bahwa puisi hanya milik guru bahasa Indonesia atau guru bahasa lainnya. Sebab, pesan terselubung yang disampaikan lewat puisi, bukan hanya dimiliki guru bahasa Indonesia atau bahasa lain. Semua orang, semua profesi memiliki sesuatu yang ingin disampaikan dengan cara-cara tertentu. Termasuk dengan cara berpura-pura jadi batu atau tawon, atau bunga, atau lainnya. Pengalihan sudut pandang benda hidup atau mati terkadang untuk menciptakan efek kreatif sehingga menghasilkan citraan baru yang tak ada habisnya dalam berbahasa.
Tentu saja karya sastra, puisi dengan medium kata-kata sebagai sarana komunikasi, termasuk bagian dari seni. Dan seni tak mengenal batas pendidikan formal sehingga penyair yang menulis puisi mesti dari jurusan pendidikan bahasa. Jika pikiran ini ada dalam pikiran Anda, Anda salah kaprah. Karena itu, buang jauh-jauh pikiran bahwa puisi hanya milik guru bahasa Indonesia. Penyair Indonesia Amir Hamzah, Chairil Anwar, Taufiq Ismail, Goenawan Mohamad, Sitor Situmorang, WS Rendra, Hasif Amini (Redaktur Puisi Kompas), Sutardji Calzoum Bachri, Asep Zamzam Noer, dan lain sebagainya bukan guru bahasa Indonesia.
Memang kebanyakan penulis menjadi penulis/pengarang dan penyair di Indonesia karena cinta. Silakan baca buku "Proses Kreatif" yang dieditori Pamusuk Eneste berisi kumpulan pengalaman penulis/pengarang dan penyair di Indonesia yang umumnya menjadi penulis/pengarang atau penyair karena patah hati. Ada kisah Utuy Tatang Sontani (penulis novel Tambera) yang menceritakan bagaimana ia menjadi penulis semata karena perempuan. Begitu juga dengan Arswendo Atmowiloto. Dan jika benar Roman "Tenggelamnya Kapal van Der Wijck" berisi sebagian dari biografi dari Hamka, itulah bukti bahwa cinta dan variannya seperti patah hati adalah muasal seseorang mengenal seni berkata-kata, baik lisan maupun tulisan. Saat hati itu patah, reaksi sedih melahirkan banyak imajinasi untuk diungkapkan sehingga banyak puisi lahir dari cinta dan variannya.
Pendek kata, tidak ada yang tidak mampu menulis puisi. Wiji Thukul yang hilang akhir masa Orde Baru penulis puisi hebat meskipun hanya tamatan SMP. Kalau tamatan SMP mampu menulis puisi, apalagi seorang guru yang sudah menamatkan jenjang strata 1 bahkan strata 2 di perguruan tinggi.
Ada banyak cara memang untuk menginspirasi siswa menumbuhkan budaya membaca dan menulis pada mereka. Saya piker, lebih baik mencoba daripada duduk diam. Kali ini bisa jadi mengumpulkan puisi guru dan menerbitkannya dalam bentuk buku antologi. Tahun depan kumpulan cerpen guru dan puisi siswa. Tahun depannya lagi esai guru dan esai siswa.
Saya yakin, budaya literasi akan tumbuh subur jika para guru ingin menjadi matahari yang selalu menerangi mereka alias memberi mereka contoh yang baik. Mudah-mudahan niatan baik kami guru-guru SMAN 1 Meureudu untuk menerbitkan buku antologi puisi Allah kabulkan. Amin.
• Sempat Merosot, Harga Emas Naik Tipis, Berikut Rincian Harga Emas Hari Ini Jumat 24 Februari 2023
• Sholat Dhuha sesuai Sunnah, Ada Bacaan Niat dan Doa Sesudahnya, Bahasa Arab, Latin dan Artinya
• Dishub Langsa Boyong Piala Pj Wali Kota Antar Instansi, Kalahkan PTPN I Aceh, Ini Bonus untuk Juara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Edi-Miswar-876.jpg)