Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Besar

75 Ekor Bayi Penyu Dilepasliarkan di Pantai Lhoknga, Aceh Besar

Dimana pada tahap pertama, ia bersama anggota lainnya melepasliarkan bayi tukik sebanyak 40 ekor, tahap kedua 70 ekor dan pada tahap ketiga ini ada 75

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ INDRA WIJAYA
Masyarakat melepas bayi Penyu atau Tukik di Pantai Lhoknga Aceh Besar, Sabtu (25/2/2023). 

Dimana pada tahap pertama, ia bersama anggota lainnya melepasliarkan bayi tukik sebanyak 40 ekor, tahap kedua 70 ekor dan pada tahap ketiga ini ada 75 ekor.

Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Sebanyak 75 ekor bayi penyu atau tukik jenis Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)  dilepasliarkan di Pantai Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (25/2/2023).

Pelepasan bayi penyu ke habitat aslinya itu dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Seulanga Aceh yang bekerjasama dengan Fakultas MIPA Prodi Biologi USK dan didukung oleh PT Bank Aceh Syariah serta PT Medco Energi .

Pelepasan tukik tersebut dilakukan menjelang terbenamnya matahari dan mendapat antusias dari anak-anak dan remaja di sekitar.

Ketua Prodi Biologi, FMIPA USK Dr Ir Wira Dharma mengatakan, ia sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LSM Seulanga Aceh. 

Dimana gerakan yang dilakukan itu merupakan salah satu bentuk upaya konservasi penyu yang kini mulai terancam punah.

"Secara global penyu populasinya ini mulai menurun. Hal itu pun dapat dibuktikan secara ilmiah. Kalau kondisi ini terus berlangsung, maka harus dijaga. Karena jika Penyu hilang, tentu berdampak pada spesies lain juga," kata Wira kepada wartawan.

Baca juga: Kasus Perdagangan Daging Penyu di Pulau Banyak ke Ranah Pidana, Keuchik Pulau Balai Angkat Bicara

Ia mengatakan, upaya konservasi penyu ini juga tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. 

Melainkan ada gerakan bersama baik masyarakat dan unsur lainnya. 

Sebab saat ini trennya, banyak dari masyarakat yang mengkomersilkan telur dari Penyu itu sendiri.

Hal itu menurutnya patut diwaspadai. 

Pasalnya, jumlah telur yang dikeluarkan oleh Penyu itu sendiri, tidak sebanding eksploitasi yang dilakukan. 

Pantai Lhoknga sendiri merupakan salah satu kawasan, tempat Penyu itu mendarat.

"Artinya, pantai ini menjadi tempat mereka bertelur. Peran masyarakat sangat penting untuk menjaga ini. Kita lakukan survei populasinya juga, lalu dari survei itu nantinya kita dapat melihat, ada penambahan Penyu yang mendarat atau tidak," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved