Kupi Beungoh

Berbagai Perubahan yang Terjadi Pada Masa Remaja

Pada masa remaja terjadi berbagai perubahan dalam beberapa aspek yang saling berkaitan, sehingga periode ini disebut pencarian identitas dan pemantapa

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Nia Tania - Mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2022, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala 

Oleh: Nia Tania
(Mahasiswa Psikologi, Universitas Syiah Kuala)

SERAMBINEWS.COM - Masa remaja adalah masa perkembangan yang merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, dimulai pada usia sekitar 10 hingga 12 sampai 18 hingga 21 tahun yang terbagi menjadi tiga tahap perkembangan.

Remaja awal adalah remaja yang berada pada rentang usia 12 sampai 15 tahun, pada tahap ini individu akan tumbuh lebih cepat dan mengalami fase awal pubertas yakni mulai terbentuk hormon.

Remaja pertengahan adalah remaja yang berada pada rentang usia 15 sampai 18 tahun. Pada fase ini, remaja sudah mengalami pubertas dan terjadi kematangan seksual.

Terakhir adalah remaja akhir atau adolesence yang merupakan individu menuju dewasa awal, kondisi psikis dan emosi sudah stabil.

Sifat dan sikap remaja pada masa adolescence mulai menentukan jati diri, cita-cita, dan rencana hidup, mulai tercapai rencana-rencana hidup, mulai muncul hasrat seksual, dan mulai menyadari bahwa lebih mudah mengecam daripada melaksanakan.    

Pada masa remaja terjadi berbagai perubahan dalam beberapa aspek yang saling berkaitan, sehingga periode ini disebut sebagai masa pencarian identitas dan pemantapan diri.

Masa remaja memiliki ciri-ciri, yaitu seorang remaja akan mengalami perubahan perilaku dan sifat dalam proses pencarian jati dirinya yang akan berpengaruh dalam jangka panjang.

Terjadi juga beberapa perubahan penting di masa remaja seperti peningkatan emosi, fisik dan psikis, minat, pola perilaku, dan prioritas.

Pada masa remaja akan memiliki rasa penasaran yang amat tinggi dan akan sering mencoba hal-hal baru yang menimbulkan rasa ketakutan maupun keberanian.

Masa remaja merupakan masa dimana interaksi sosial di luar rumah memiliki intensitas yang tinggi karena perilaku sosial yang terlihat jelas.

Dimana teman sebaya menjadi sangat penting dan para remaja cenderung membentuk kelompok-kelompok yang di dalam kelompok tersebut akan saling mempengaruhi dan memiliki berbagai dampak.

Dampak positif teman sebaya antara lain, individu belajar dalam bersikap selfless sehingga dapat mengurangi rasa selfish, meningkatkan rasa toleransi dan empati.

Kemudian menjadi ajang untuk mempelajari hal baru dan pengembangan potensi diri, serta dapat menjadi individu yang lebih percaya diri.

Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari teman sebaya adalah akan sering terjadi konflik yang dapat berdampak buruk bagi fisik dan psikis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved