Jumat, 8 Mei 2026

Berita Regional

Terungkap Asal Mitos Kuntilanak, Ternyata dari Daerah Ini, Begini Hasil Riset Peneliti Jerman

Timo Duile, seorang pengamat politik dan juga seorang antropolog di Jerman meneliti tentang mitos kuntilanak di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Tayang:
Editor: Saifullah
Youtube/Firma Animation
Ilustrasi Kuntilanak 

Timo Duile, seorang pengamat politik dan juga seorang antropolog di Jerman meneliti tentang mitos kuntilanak di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

SERAMBINEWS.COM, PONTIANAK – Kisah kuntilanak, hantu wanita berambut panjang dan berbaju putih cukup banyak diangkat ke layar kaca maupun layar lebar.

Nyaris semua film horror di Indonesia, selalu dibumbui dengan kemunculan Kuntilanak.

Ternyata, mitos kuntilanak tersebut mengundang peneliti asing untuk melakukan riset di Indonesia.

Timo Duile, seorang pengamat politik dan juga seorang antropolog di Jerman meneliti tentang mitos kuntilanak di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Apa hubungan kuntilanak dengan Kota Khatulistiwa itu?

Mulanya, pengamat politik dan juga seorang antropolog Jerman Timo Duile meneliti soal animisme di Kalimantan Barat.

Ia meriset budaya Dayak, dan bagaimana perspektif komunitas Dayak terhadap alam mereka. Namun, karena saat meneliti Timo sempat tinggal di Pontianak, ia juga memperhatikan bagaimana mitos kuntilanak menjadi ikon di kota itu.

Menurut Timo, mitos kuntilanak itu sangat penting dalam pendirian Kota Pontianak.

Ia menceritakan, sebelum Kota Pontianak berdiri, di area itu ada Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Keberadaan dua sungai itu menjadikan wilayah itu sangat penting, karena menjadi salah satu pusat perdagangan yang melewati sungai-sungai besar di Kalimantan.

Legenda dari rasa ketakutan

"Daerah ini ada banyak bajak laut, dan juga ada sultan yang datang dengan rombongannya yang ingin mendirikan kota di sana, supaya perdagangan lebih aman."

"Namun orang-orang yang menemani sultan sangat takut, mereka tidak mau berlabuh, karena pada malam hari mereka selalu mendengar suara yang terdengar kejam dari kuntilanak."

"Mereka berpikir suara itu datang dari hantu yang tinggal di pohon-pohon besar. Karena mereka berpikir hantu itu sebagai ancaman.”

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved