Kupi Beungoh
BERIKAN TEMPAT Untuk Mereka Yang Bertaubat
Di dalam hidup, setiap diri pernah melakukan kesalahan, pernah berbuat dosa. Hanya saja berbeda kadar kesalahan dan beda dosa yang pernah diperbuat
Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag.
Di dalam hidup, setiap diri pernah melakukan kesalahan, pernah berbuat dosa. Hanya saja berbeda kadar kesalahan dan beda dosa yang pernah diperbuat, yang pasti setiap manusia pernah berbuat dosa terlepas itu dosa kecil maupun dosa besar.
Untuk sebagian diri ada yang pernah berbuat dosa besar seperti ada yang pernah menjadi laki-laki dan perempuan penghibur, laki-laki dan perempuan malam, terjebak dalam pergaulan bebas, terjebak dengan khamar, terjerumus dalam narkoba, ganja, yang kita semua mengetahui bahwa ini merupakan prilaku yang salah menurut Agama.
Mereka yang ada di kondisi ini, sebagian karena tidak ada pilihan, tidak ada keinginan, tapi dipaksa oleh keadaan, atau terpaksa karena masalah ekonomi, terjebak atau dijebak.
Sebagian lainnya karena tuntutan gaya hidup yang membutuhkan biaya yang besar.
Baca juga: REVITALISASI FUNGSI SOSIAL MESJID: Untuk Kesejahteraan Jamaah Mesjid Dan Umat Islam
Ada juga karena latar belakang keluarga yang tidak harmonis, kurang mendapat perhatian, kasih sayang dan pengetahuan agama dari orang tua. Sehingga memilih jalan ini untuk menyelesaikan setiap masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan.
dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK, sebagai salah seorang Dokter Spesialis Kulit Dan Kelamin yang sudah hampir separuh hidup, beliau habiskan waktu untuk mengobati dan memberikan penyuluhan kepada pasien yang mengalami keluhan berbagai penyakit kelamin, akibat pergaulan bebas, sodomi maupun gay.
Beliau mengatakan: "ada pasien pemakai, pasien penghibur atau gay, mereka datang untuk berkonsultasi ke ruang praktek, lalu di nasehati agar bertaubat. Sebagian mereka mendapat hidayah dan bertaubat."
Bagi mereka yang muslim, luar biasa berat perjuangan taubatnya, luar biasa berat perjuangan meninggalkan pekerjaannya yang tidak baik tersebut, terutama nantinya mereka akan menghadapi sulitnya mendapat pekerjaan, berat dengan status yang mereka sandang meski sudah taubat, status sebagai pemakai narkoba, sebagai penghibur, sebagai pengidap HIV atau lainnya.
Baca juga: PUASA ITU MENAHAN DIRI, Termasuk Dari Belanja Yang Berlebihan
Ditambah lagi dalam perjalanan taubatnya, mereka masih menerima ujian dari lingkungan, dalam bentuk tidak baik penerimaan dari lingkungan, sebagai contoh mereka yang pernah menjadi waria, pemakai, setelah bertaubat, mereka datang ke mesjid untuk shalat berjama'ah.
Sesampainya di mesjid, tidak diterima dengan baik oleh jama'ah mesjid lainnya, dijauhi.
Demikian juga mereka yang pernah menjadi wanita penghibur, dalam perjalanan taubatnya mereka diuji dengan keadaan yang serupa, tidak baik penerimaan dilingkungan, dijadikan bahan omongan, jadi bahan pembicaraan, mereka dijauhi, setiap orang menjaga jarak dengannya, seolah-olah mereka ini orang-orang yang kotor tidak layak dekat dengan orang lain.
Kalau menurut dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK; "Tidak baik penerimaan masyarakat untuk mereka yang ingin kembali ke jalan yang diridhoi Allah.
Mereka tidak dirangkul, tidak disayangi dan tidak diberikan lapangan pekerjaan. Itu yang mereka butuhkan dirangkul, disayang, dan diberikan pekerjaan yang sesuai kemampuannya. " (Hasil wawancara hari Rabu, tanggal 8 Maret 2023).
Lebih lanjut bu dr. dewi Inong mengatakan "Karena tidak baik penerimaan, dari lingkungan, dari masyarakat atau umat Islam, terhadap mereka yang ingin kembali kepada jalan yang di ridhai Allah, membuat mereka ini kembali ke dunia kelamnya. Kembali menjadi pemakai, kembali menjadi penghibur atau lainnya".
Baca juga: YANG KITA ANGGAP TIDAK BAIK, Sering Kali Baik Menurut Allah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-SAg-MAg-adalah-Dosen-Tetap-Fakultas-Tarbiyah-Dan-Keguruan.jpg)