Pelatihan
Yayasan Pionir Mandiri Latih Program Organisasi Penggerak untuk 160 Guru SD
Zakarya mengatakan, Kemendikbud RI mau bekerjasama dengan Yayasan Pionir Mandiri (YPN) dalam bidang peningkatan mutu guru, karena salah satu bidang
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Yayasan Pionir Nusantara bekerja sama dengan Kemendikbud Ristek RI Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) memeberikan pelatihan Program Organisasi Penggerak (POP) bagi 160 orang guru SD dari empat kabupaten, di Hotel Garuda Syariah sejak 6 – 18 Maret 2023.
“Tujuan dari pelatihan POP bagi guru SD itu, adalah untuk meningkatan mutu, kualitas dan kemampuan guru-guru SD, dalam meningkatkan proses dan hasil belajar muridnya,” kata Ketua Yayasan Pionir Nusantara, H Zakarya kepada Serambinews.com, Rabu (15/3/2023) di Hotel Garuda Syariah, Kota Banda Aceh.
Zakarya mengatakan, Kemendikbud RI mau bekerjasama dengan Yayasan Pionir Mandiri (YPN) dalam bidang peningkatan mutu guru, karena salah satu bidang kegiatan usaha yang dijalankan YPN adalah bidang pendidikan.
Kegiatan usahanya dalam bidang pendidikan, antara lain adalah memberikan pelatihan kepada para guru dan siswa dalam rangka peningkatan mutu pendidikan guru di daerah.
Sebelum kerja sama ini dilaksankan, kata Zakarya, YPN terlebih dahulu mengajukan proposal peningkatan mutu guru di Aceh kepada bagian GTK Kemendikbut RI.
GTK Kemendikbud RI, menilai proposal yang diajukan YPN tersebut, sesuai dengan Kebijakan Merdeka Belajar yang sedang dilaksanakan saat ini oleh Kemendikbud RI, Nadiem Makarim.
Karena proposal yang diajukan YPN kepada pihak Kemendikbud tersebut menyahuti Kebijakan Merdeka Belajarnya, mereka langsung menyetujui dan memberikan pelaksanaan kegiatan pelatihan POP bagi guru SD.
Kepercayaan yang diberikan Kemendikbud Nadiem Makarim kepada Yayasan Pionir Nusantara (YPN) tersebut ditindaklanjuti dengan cara mengundang guru-guru SD, dari daerah untuk mengikuti pelatihan POP tersebut.
Program Organisasi Penggerak adalah program pemberdayaan masyarakata secara masif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah, berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.
Melalui Program Organisasi Penggerak, kata Zakarya, Kemendikbud akan melakukan pengidentifikasi program-program pelatihan guru dan kepala sekolah yang terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Organisasi Penggerak itu, suatu gerakan yang bukan dilakukan oleh pemerintah, tapi dilakukankan oleh berbagai macam organisasi yang sudah beraktivitas di dunia pendidikan dan yang selama ini sudah bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya Yayasan Pionir Indonesia, makanya Kemendikbud memberikan paket kegiatan POP kepada YPN.
YPN yang telah diberi amanah dari Kemendikbud tersebut untuk melaksanakan pelatihan POP kepada guru SD, kata Zakaria, dalam implentasi kegiatannya, YPN membuat pelatihan POP empat angkatan dan satu angkatan berjumlah 40 orang guru SD. Ada empat daerah yang kita undang untuk kegiatan POP ini, yaitu dari Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya dan Aceh Barat.
Staf pengajar materi POP tersebut, kata Zakarya, kita gunakan dari dosen FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) yang sudah berpengalaman dalam bidang mengajar, diantaranya Dr Anas M Adam, Prof Warul Walidin AK, MA, dan para dosen senior lainnya dari FKIP USK, BPMP serta pengawas sekolah.
• 60 Guru SD di Gandapura Bireuen Ikut Workshop Penyusunan Modul Ajar Implementasi Kurikulum Merdeka
Rajiah SPd, Guru SD Negeri 25 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya dan Yusri SPd, Guru SD Negeri 2 Klieng Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar mengatakan, dirinya puas mengiakuti POP yang dilaksankan Yayasan Pionir Indonesia bekerjasama dengan Kemendikbud RI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pionir-8383.jpg)