Serambi Demokrasi Awards 2023
Haji Uma, Inspirasi Bagi Pekerja Sosial
Nama Haji Uma pun kian melambung setelah terjun ke dunia politik dan menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
H. Sudirman alias Haji Uma, Anggota DPD RI adalah salah satu figur yang mendapatkan anugerah "Serambi Demokrasi Awards 2023" yang digelar pada malam puncak resepsi HUT Ke-34 Harian Serambi Indonesia, di Gedung AAC Dayah Dawood, Banda Aceh, Jumat 17 Maret 2023. Pria yang terkenal karena jiwa sosialnya ini meraih penghargaan untuk kategori "Inspirasi Bagi Pejuang Sosial". Berikut kiprah dan profilnya.
***
H Sudirman bukanlah sosok yang asing di Aceh.
Namanya telah dikenal luas di berbagai kalangan masyarakat, bahkan sebelum menjadi seorang senator seperti sekarang ini.
Pria yang lebih dikenal dengan nama Haji Uma merupakan seorang seniman Aceh dan juga komedian.
Namanya terus melambung setelah menjadi anggota DPD RI.
Ia kerap disebut sebagai sosok inspiratif bagi para pekerja sosial.
Lahir di Punteut, Lhokseumawe, 10 November 1974, Sudirman sukses mencuri perhatian masyarakat Aceh karena peran ciamiknya sebagai Ayah Yusniar atau Haji Uma, dalam serial film komedi Aceh "Eumpang Breuh" besutan almarhum Imran Nyak Abeudo alias Ayah Doe.
Eumpang Breuh yang diproduksi hingga 13 seri, sejak tahun 2005 hingga 2015, merupakan serial komedi paling fenomenal dalam sejarah Aceh.
Tak hanya di bidang seni, ayah dari enam anak ini juga memiliki kemampuan dalam bidang agama.
Sebagai da'i, Haji Uma pun sering menyampaikan dakwah Islam di berbagai tempat.
Nama Haji Uma pun kian melambung setelah terjun ke dunia politik dan menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Hal itu karena sikap pribadinya yang dermawan dan sangat peduli kepada masyarakat Aceh.
Di tengah kesibukannya menjalani tugas-tugas pokok sebagai Anggota DPD RI, Haji Uma tetap meluangkan waktu untuk mendengar dan menanggapi segala keluhan dan permasalahan masyarakat Aceh, mulai dari masalah besar hingga persoalan kecil sekalipun.
Semua itu dia lakukan karena dirinya tak tega melihat penderitaan yang dialami oleh masyarakat miskin.
Sifat kepedulian Haji Uma terhadap penderitaan masyarakat miskin ini sudah tertanam sejak lama.
Namun karena kondisi ekonomi yang masih pas-pasan, Haji Uma tidak bisa mewujudkan rasa kepeduliannya itu kepada masyarakat miskin.
Oleh sebab itu, kesempatannya menjadi anggota DPD benar-benar ia manfaatkan untuk saling membantu kepada mereka yang sedang dalam kesulitan.
“Hudep beuna manfaat, beujeut keu syufaat keu ureung lingka (hidup harus ada manfaat, harus bisa menjadi syafaat bagi orang sekitar)” kata Haji Uma.
Motto hidup inilah yang menjadi dasar Haji Uma untuk terus menggerakkan kegiatan sosialnya bagi masyarakat Aceh.
Suami dari Nurhasanah ini pun tidak tanggung-tanggung dalam membantu masyarakat.
Menariknya, seluruh santunan yang diberikan Haji Uma kepada masyarakat selama ini menggunakan uang pribadinya.
“Kegiatan sosial yang dilakukan Haji Uma ini diluar bidangnya. Bukan tupoksi dia sama sekali. Bukan juga program dari DPD. Dananya juga pribadi,” ungkap Muhammad Daud, Staf Khusus Haji Uma secara terpisah.
“Haji Uma (dalam membantu masyarakat) mengandalkan gaji, dari SPPD, dari reses,” jelas Daud.
Baca juga: Awal Ramadhan, Haji Uma Bakal Luncurkan Lagu Terbaru Berjudul "Gaya Hudep"
Baca juga: VIDEO - Haji Uma Advokasi Kasus Warga Racuni Harimau di Aceh Timur
Menurut Daud, gerakan peduli sosial sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja.
Namun tak semua orang mau melakukan dan mampu mempertahankannya, karena kegiatan ini banyak menguras dana.
Berbeda dengan Haji Uma, sejak awal dirinya menjadi Anggota DPD RI hingga kembali terpilih pada periode kedua, program ini masih terus digencarkan, disamping tugas pokoknya sebagai Senator.
Daud yang selalu mengurusi kegiatan-kegiatan sosial Haji Uma memang mengakui, bahwa aktivitas peduli sosial ini banyak menghabiskan dana.
Terlebih lagi Haji Uma tidak memiliki anggaran khusus untuk menggiatkan program tersebut.
Namun Haji Uma tetap mempertahankannya karena merasa apa yang dia dapatkan saat ini merupakan pemberian dari masyarakat.
“Kegiatan sosial ini selalu ada. Sampai saat ini terus dipertahankan. Kenapa? Karena rasa kepeduliannya tadi. Dia juga tidak terlalu menanggap uang yang dia dapatkan ini adalah hasil jerit payah dia. Tetapi ini sebagiannya milik masyarakat,” terang Daud.
Meski sering membantu masyarakat menggunakan uang pribadi, Alumni dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Indonesia Jakarta ini juga tak pernah mengkhawatirkan kondisi keuangannya.
Daud menceritakan, Haji Uma memiliki pemikiran yang sederhana dan unik.
“Dia menganggap begini, ketika dia hari ini ada jabatan dan ada gaji, dia bisa tersisa untuk membiayai dirinya dan keluarganya per hari, itu sudah cukup. Sisa dari gaji itu silahkan digunakan ke tempat lain,” ungkap Daud.
Menurut Daud, pemikiran sederhana inilah yang berhasil membuat Haji Uma bertahan dengan program sosialnya sampai saat ini, termasuk di masa-masa sulit saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
“Jadi dia ini seperti berfoya-foya dalam hal membantu. Kapan dia berhenti? Ketika uangnya sudah habis,” tutur Daud.(*)
DATA DIRI:
Nama : H. Sudirman
Tempat/Tanggal Lahir: Punteut, 10 November 1974
Alamat Asal: Gampong Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe
Pekerjaan: Anggota DPD RI Periode 2019-2024
Daerah Pemilihan (Dapil): Aceh
Pendidikan terakhir: Sarjana Pendidikan Fakultas Tarbiyah, STAI Indonesia Jakarta
Nama Istri: Nurhasanah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/haji-uma-dayung-perahu.jpg)