Salam
Kali Ini DPR Baru Dapat Lawannya
Mahfud tak sedikit pun merasa gentar menghadapi anggota dewan yang terkenal galak setiap rapat dengan para pejabat kementerian atau lembaga.
KALI ini, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) benar-benar mendapat lawan seimbang dalam forum rapat dengan Menkopolhukam Mahfud MD, Rabu (29/3/2023). Mahfud tak sedikit pun merasa gentar menghadapi anggota dewan yang terkenal galak setiap rapat dengan para pejabat kementerian atau lembaga.
Sanking galaknya anggota dewan tersebut, tidak jarang pula para pejabat tertentu dikeluarkan dari ruangan sidang. Padahal, bisa jadi rapat baru dimulai sehingga tidak ada satu kesimpulan pun hasil dari rapat dimaksud.
Kondisi ini seringkali tercipta lantaran anggota dewan merasa lebih dirinya tahu masalah, dan juga merasa posisinya lebih ting-gi dari pejabat pemerintah. Para pejabat dibuat seperti anak-anak yang kena strap dari guru lantaran tidak bisa menjawab ‘PR’ yang diberikan gurunya.
Pemandangan seperti ini tentu saja tidak elok disaksikan, tapi ya seperti tadi, anggota dewan selalu merasa dirinya paling benar, paling berkuasa, dan paling gila hormat. Tak jarang mereka selalu membawa-bawa nama rakyat dalam setiap statemennya, yang terkadang sangat menggelikan saat kita dengar.
Akan tetapi, kondisi yang seperti ini tidak berlaku buat seorang Mahmud MD. Ia sama sekali tidak gentar menghadapi anggota dewan, malah Mahfudlah yang duluan mengancam anggota dewan untuk tidak melakukan interupsi saat dia sedang memberi keterangan.
Mahfud MD tidak mau pembicaraannya dipotong, karena sela-in tidak beretika, juga informasi yang disampaikan tidak utuh, terganggu interupsi. Akhirnya anggota dewan pun terdiam setelah menerima “ancaman” verbal dari Mahfud MD tersebut.
Seperti diberitakan harian ini kemarin, Mahfud MD habis-habis-an menyerang balik anggota Komisi III DPR RI usai disebut dirinya politis soal transaksi janggal Rp 349 triliun di Kementerian Keu-angan (Kemenkeu).
Diketahui Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (KNK-PP-TPPU) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD memenuhi undangan Komisi III DPR RI. Ia mengucapkan terima kasih kepada lembaga tersebut se-telah sebelumnya menunda pertemuan sebanyak dua kali.
Menko Polhukam itu juga dengan tegas mengingatkan bahwa kedudukan DPR dan pemerintah sejajar. “Saudara, saya ingin menyampaikan bahwa kedudukan DPR dan pemerintah ini seja-jar," kata Mahfud MD di Senayan, Rabu (29/3/2023).
Menurutnya, pemerintah bisa melakukan tindakan saling buka data seperti yang dilakukannya beberapa waktu lalu soal transak-si janggal Rp 349 triliun di Kementerian Keuangan tersebut. Dije-laskannya bahwa kasus transaksi janggal Rp 349 triliun yang diu-mumkan beberapa waktu lalu adalah bersifat agregat.
Mahfud MD juga sempat emosi ketika salah seorang anggota Komisi III DPR ingin melakukan interupsi saat Menko Polhukam itu berbicara. “Misalnya saya membantah lalu di sini ada yang berteriak keluar, saya keluar. Saya punya forum," ucap Mahfud dengan suara tinggi.
Kemudian Mahfud melanjutkan, “Saya setiap ke sini dikero-yok, belum ngomong sudah diinterupsi. Waktu kasus Sambo be-gitu juga, belum ngomong sudah diinterupsi, dituding-tuding su-ruh bubarkan, jangan begitu dong," tambahnya.
Nah, siapa yang berani bilang kalau Mahfud MD tidak berani? Anggota dewan benar-benar mendapat lawan yang sembang da-lam kali ini. Begitu!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mahfud-MD-soal-Transaksi-Mencurigakan-Kalau-Sebut-Nama-Jangan-jangan-Ada-Orangnya-di-Sini.jpg)