Rabu, 6 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Konflik Rusia vs Ukraina, Prancis Blokir Amunisi Uni Eropa untuk Ukraina

Laporan ini mengutip sumber petinggi di blok tersebut. Prancis disebut menuntut penggantian senjata yang bahkan tidak diminta oleh Ukraina.

Tayang:
Editor: Amirullah
AP
Tentara Ukraina mendaratkan drone selama demonstrasi dekat perbatasan Belarusia pada 1 Februari 2023. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

SERAMBINEWS.COM, WARSAWA - Media Polandia PAP mengklaim pada Rabu kemarin bahwa Prancis memblokir keputusan Uni Eropa (UE) untuk membiayai pasokan amunisi ke Ukraina.

Laporan ini mengutip sumber petinggi di blok tersebut.

Prancis disebut menuntut penggantian senjata yang bahkan tidak diminta oleh Ukraina.

Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (13/4/2023), UE mengumumkan pada bulan lalu bahwa mekanisme pendanaan Fasilitas Perdamaian Eropa (EPF) akan menyediakan 2 miliar euro untuk membiayai pasokan amunisi ke Ukraina.

Setengah dari dana itu akan digunakan untuk memberi kompensasi kepada negara-negara UE atas apa yang telah mereka kirim ke Ukraina.

Sementara 1 miliar euro lainnya akan digunakan untuk memesan amunisi bersama dari pabrikan Eropa untuk dikirimkan ke Ukraina.

"Keputusan tersebut harus mendapatkan dukungan bulat dari semua negara anggota UE sebelum proses dimulai, namun saat ini ditahan oleh Prancis," kata PAP.

Sumber yang dikutip oleh media itu menyatakan bahwa saat ini tidak ada cukup amunisi di gudang UE.

Oleh karena itu diusulkan untuk mendapatkan amunisi dari pihak ketiga berdasarkan donasi, kemudian menggantinya dengan senjata Eropa lainnya.

"Saran ini pun ditentang oleh Prancis," jelas PAP.

Media tersebut menyatakan bahwa Prancis juga mendesak perubahan agar negara-negara anggota diberi kompensasi untuk memberikan bantuan militer kepada pasukan Ukraina.


"Draf tersebut berisi ketentuan bahwa amunisi harus diganti hanya berdasarkan permintaan yang diajukan oleh Ukraina. Namun Prancis bagaimanapun juga ingin ketentuan ini dihapus, tanpa menjelaskan alasannya," kata sumber UE yang enggan disebutkan namanya.

Sumber yang sama mengklaim bahwa pencabutan ketentuan itu mengindikasikan adanya kemungkinan pengembalian uang amunisi yang bahkan belum diajukan Ukraina.

Sosok tersebut menambahkan bahwa Prancis juga ingin melakukan pengembalian uang untuk pengiriman rudal yang dimungkinkan dalam perjanjian tersebut.

PAP melaporkan, beberapa diplomat meyakini bahwa upaya melobi yang dilakukan perusahaan pertahanan mungkin berada di belakang posisi Pranci saat ini.

"Ini tentang menciptakan mekanisme untuk memaksa pemesanan peralatan khusus yang sebenarnya tidak dibutuhkan pihak Ukraina," kata seorang pejabat.

PAP juga mengklaim bahwa sebagian besar negara UE, termasuk Polandia, mengutuk keputusan Prancis untuk memblokir perjanjian tersebut.

Perwakilan Polandia untuk UE, Andrzej Sados menegaska bahwa blok tersebut harus menyediakan pasokan amunisi kepada Ukraina sesegera mungkin.

Ukraina telah berulang kali mengklaim bahwa UE terlalu lambat dalam pengiriman senjata, meskipun Rusia terus memperingatkan terhadap pasokan senjata Barat ke Ukraina, dengan alasan bahwa mereka tidak perlu memperpanjang konflik.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prancis Blokir Amunisi Uni Eropa untuk Ukraina

Baca juga: Mantan Bupati Tamiang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Penguasaan Lahan

Baca juga: Dokumen Rahasia Amerika Serikat Tentang Perang Ukraina-Rusia Bocor, Termasuk Data Jumlah Korban

Baca juga: Rusia Jadi Presiden Dewan Keamanan PBB Bulan Ini, Ukraina Menjauh hingga Amerika Serikat Tak Berdaya

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved