Citizen Reporter

Sayap Pengharapan: Misi Kemanusiaan Skyvare Terobos Pedalaman Tanoh Gayo

Sejak bencana banjir dan longsor melanda sejumlah kabupaten di Aceh, Lanud SIM menjadi jantung operasi kemanusiaan

Editor: Zaenal
Serambinews.com/HO
Pilot dan kru Skyvare Indonesia di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM) Aceh Besar, Desember 2025. Pra kru Skyvare ini sudah 12 hari berada di Aceh dalam rangka misi kemanusiaan membantu korban bencana hidrometeorologi, khususnya korban bencana banjir dan longsor di Tanoh Gayo yang tak bisa dijangkau melalui jalur darat. 

Taufik Ar-Rifai, Warga Banda Aceh Melaporkan dari Lanud SIM, Aceh Besar

Hari masih pagi, deru mesin yang memekakkan telinga berulang kali memecah keheningan di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda (SIM). 

Sejak bencana banjir dan longsor melanda sejumlah kabupaten di Aceh, Lanud SIM menjadi jantung operasi kemanusiaan, sebuah dermaga udara yang sibuk mengirimkan "sayap pengharapan" bagi ribuan jiwa yang terisolir.

Pemandangan di landasan pacu hari-hari ini dipenuhi hiruk pikuk yang teratur. 

Puluhan prajurit TNI, baik dari Angkatan Darat (AD) maupun Angkatan Udara (AU) terlihat sigap memanggul karung-karung beras, kotak mi instan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya. 

Logistik vital ini bukan ditujukan untuk jalur darat yang kini terputus, melainkan untuk dimuat ke dalam lambung-lambung besi yang siap terbang.

Setiap kali helikopter lepas landas dari Lanud SIM, ia membawa lebih dari sekadar makanan. 

Ia membawa semangat, kelegaan, dan pesan bahwa mereka yang berada di balik isolasi tidak dilupakan.

Baca juga: Pilunya Kakek di Aceh Tengah Kejar Bantuan, Jatuh-Bangun Saat Helikopter Mendarat: Buka Jalan Kami!

Suara Harapan dari Angkasa

Bagi para korban banjir dan longsor yang hanya bisa melihat langit, suara baling-baling adalah “suara harapan” yang turun langsung dari angkasa.

Mereka berasal dari kolaborasi kekuatan militer dan sipil, termasuk helikopter milik TNI AD, helikopter milik TNI AU, helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta sejumlah helikopter milik relawan lainnya. 

Salah satunya helikopter milik Skyvare Indonesia.

Skyvare Indonesia adalah sebuah perusahaan penyedia layanan transportasi udara non-reguler atau penerbangan Air Charter (sewa pesawat pribadi) dan Ambulans Udara (Air Ambulance/Medivac) di Indonesia.

Di bawah komando langsung CEO Aldo Fikri, helikopter Skyvare berperan vital sebagai "Sayap Harapan", memastikan bantuan mendesak tiba tepat waktu bagi korban yang berada di zona merah.

“Alhamdulillah, kita sudah 12 hari berada di Aceh dalam rangka misi kemanusiaan membantu saudara kita yang ditimpa musibah hidrometeorologi, khususnya korban bencana banjir dan longsor di Tanoh Gayo,” ucap Aldo Fikri saat ditemui di Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (12/12/2025).

Aldo menjelaskan, helikopter telah menjadi tulang punggung utama dalam menjangkau titik-titik terdalam yang terputus total. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved