Info Singkil
Berpetualang ke Hutan Rawa Singkil Via Kuala Baru, Melihat Orangutan Sambil Merasakan Tetes Bajakah
Jalurnya mudah saja setelah melewati permukiman penduduk dari pinggir jalan Kuala Baru-Buluseuma, tinggal belok kanan masuk ke jalan perkebunan warga.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
Jalurnya mudah saja setelah melewati permukiman penduduk dari pinggir jalan Kuala Baru-Buluseuma, tinggal belok kanan masuk ke jalan perkebunan warga. Selanjutnya belok kiri memasuki jalan kecil.
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Berpetualang ke hutan Rawa Singkil, di Kabupaten Aceh Singkil, tak hanya melalui Lae Treup dari sungai Desa Teluk Rumbia dan Rantau Gedang.
Hutan Rawa Singkil, bisa ditembus melalui jalur darat dari Kecamatan Kuala Baru.
Jalurnya mudah saja setelah melewati permukiman penduduk dari pinggir jalan Kuala Baru-Buluseuma, tinggal belok kanan masuk ke jalan perkebunan warga. Selanjutnya belok kiri memasuki jalan kecil.
Jika sudah menemui pohon maloko menjulang besar, belok kanan untuk masuk ke dalam hutan. Dari titik itulah petualangan ke dalam hutan Rawa Singkil dimulai.
Jangan buru-buru, sebaiknya pelankan langkah kaki, tajamkan mata. Pohon malako tinggi besar merupakan tempat orangutan Sumatera bergelantungan.
Siapa tahu Anda sedang beruntung bisa melihat orangutan liar dari jarak dekat.
Baca juga: Seratusan Personel Polres Aceh Utara Pemegang Senjata Api Dites Psikologi Tim Polda Aceh
Di pinggir hutan juga banyak pohon madu berukuran menjulang tinggi. Warga lokal menyebutnya pohon madu, lantaran di pohon itu kerap lebah bersarang.
Sarang lebah tersebut dalam waktu tertentu dipanen warga. Inilah yang membuat Kuala Baru, dikenal sebagai penghasil madu.
Masuk ke bagian dalam hutan, kayu bajakah yang dipercaya berhasiat obati kangker dan tumor ganas segera ditemukan.
Kayu bajakah sempat viral setelah tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meraih juara dunia atas temuan obat penyembuh kanker dengan bahan baku alami berupa batang pohon tunggal atau dalam bahasa dayak disebut dengan bajakah.
Bajakah ternyata mudah saja ditemukan di hutan Rawa Singkil. Petualang bisa merasakan tetesan air yang ke luar dari bajakah.
Orang Aceh Singkil, saat masa kayu log berjaya kerap meminum air yang keluar dari bajakah untuk melepas dahaga di tengah hutan.
Baca juga: Buruan! Pemutihan Pajak Kendaraan di Aceh Diperpanjang Sampai Akhir Juni 2023
Di hutan rawa Singkil, puluhan suara jenis burung menjadi penghibur. Aneka jenis pohon yang menjadi kanopi alam masih cukup terjaga.
Pastikan kondisi fisik prima ketika berpetualang ke dalam hutan Rawa Singkil.
Treknya datar, namun pohon cukup rapat, sehingga butuh tenaga ekstra melewatinya.
Selain itu pastikan menggunakan jasa pemandu. Tentu ini demi kemanan petualangan.
Dari Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, ke Kuala Baru bisa ditempuh melalui jalur darat setelah jembatan Kilangan-Kayu Menang selesai awal tahun ini
Bila ingin merasakan sensasi berbeda boleh menggunakan perahu dari Kilangan. Di perjalanan suguhan pemandangan bangau putih dan buaya sedang berjemur bisa menjadi penghibur.
Sampai Kuala Baru, belilah perbekalan terutama air mineral. Selanjutnya berjalan kaki menuju hutan Rawa Singkil.
Puas bersentuhan dengan flora endemik hutan Rawa Singkil, jangan buru-buru pulang.
Sebaiknya berkeliling pemukiman penduduk Kuala Baru, di sana bisa menyaksikan gadis-gadis berparas ayu sedang sulam kain kasab benang emas.
Kuala merupakan penghasil kain kasab. Kain itu bisa menjadi oleh-oleh pulang. (*)
Baca juga: Nilai-Nilai Keacehan, Bersih, dan Islami
Hingga November, Pemkab Aceh Singkil Terbitkan Ribuan Izin Usaha, Naik 48,6 Persen dari Tahun Lalu |
![]() |
---|
Sejarah Bahasa Singkil & Sebaran Penuturnya |
![]() |
---|
Catat! Ini Jadwal Pendaftaran PPPK Non-Database di Aceh Singkil |
![]() |
---|
Puluhan Sekolah di Aceh Singkil Gelar Pameran Seni Kreatif |
![]() |
---|
Bripda Jilal Terima Pin Emas Kapolri, Kapolres Aceh Singkil: Prestasi Ini Jadi Motivasi Anggota Lain |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.