Pintu Lift Terbuka Belum Sampai Lantai, Hotman Paris Tuding Kelalaian Manajemen Kualanamu

Pintu lift terbuka sebelum sampai pada salah satu lantai lantai bangunan hingga menewaskan korban, Hotman Paris tuding kelalaian manajemen Kualanamu.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Warta Kota/Ikhawan Mutuah Mico
Pintu lift terbuka sebelum sampai pada salah satu lantai lantai bangunan hingga menewaskan korban, Hotman Paris tuding kelalaian manajemen Kualanamu. 

"Jadi keponakan saya ini nelepon mamanya yang di parkiran. 'Ma, Bu Ci kok gak sampe sampe, katanya dia (Sintia Hasibuan) terjebak di dalam lift'," jelasnya.

Baca juga: VIDEO ODGJ Obrak-abrik Tempat Ibadah di Sukabumi, Pelaku Bawa Golok, Warga Panik

Setelah mendapat kabar Sinta Dewi Hasibuan menghilang, keluarga mendatangi pos keamanan untuk melaporkan korban hilang dan sempat terjebak di dalam lift.

Petugas keamanan Bandara Kualanamu kemudian memeriksa lift tersebut dan mencari keberadaan korban.

Menurut Raja Hasibuan, petugas keamanan hanya melakukan pencarian di dalam lift tanpa mengecek rekaman CCTV dan lorong dasar lift.

"Disampaikan ke security bahwa adik saya itu terjebak di dalam lift, mereka pun langsung membantu mencari."

"Namun, mereka itu mencarinya dengan kasat mata saja dengan mengecek ke dalam lift."

"Padahal itu Bandara Internasional, kenapa mereka tidak ada mengecek CCTV," tandasnya.

Pihak keluarga yang tidak mendapat kabar keberadaan korban akhirnya pulang ke rumah dan mendapat kabar penemuan jasad korban tiga hari kemudian.

Keluarga Korban Bantah Pernyataan Manajemen Bandara Kualanamu

Korban terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga mengabarkan sedang terjebak di dalam lift.

Raja Hasibuan mengaku kecewa dengan manajemen Bandara Kualanamu yang menyatakan korban meninggal karena kecelakaan dan kelalaian pribadi.

Menurutnya, manajemen Bandara Kualanamu harus bertanggung jawab atas insiden yang mengakibatkan satu orang meninggal.

Agar kasus ini dapat diusut tuntas, keluarga korban meminta tolong ke pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Hal ini dilakukan karena pihak Bandara Kualanamu dianggap lalai dan tidak serius memperhatikan fasilitasnya.

"Ada komentar bahwasanya adik saya (Sinta Hasibuan) itu membuka paksa lift, tapi kalau kita lihat secara seksama, secara logikanya tangan dia memegang handphone di kuping sambil telponan,"

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved