Tak Hanya di Cikarang, Serikat Pekerja di Aceh Cium Aroma Pelecehan Karyawati
Tak hanya di Cikarang Bekasi, serikat pekerja pun mencium aroma pelecehan terhadap karyawati di sejumlah perusahaan di Aceh.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Tak hanya di Cikarang Bekasi, serikat pekerja pun mencium aroma pelecehan terhadap karyawati di sejumlah perusahaan di Aceh.
Hal itu disampaikan Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Aceh, Habibi Inseun menanggapi kasus bos diduga minta karyawati staycation sebagai syarat perpanjangan kontrak di Cikarang dalam beberapa hari ini.
Menurutnya, bila dilakukan riset secara mendalam, tentu akan banyak ditemukan kasus-kasus semacam staycation ini di Aceh.
"Dan kalau kita lakukan riset, kami yakin akan banyak bentuk-bentuk semacam staycation ini," kata Habibi Inseun saat dihubungi Serambinews.com, Senin (8/5/2023).
"Hanya saja kita tidak mengetahuinya secara jelas kasus per kasus karena laporannya tidak sampai pada pengambilan sikap yang dilakukan pemerintah, serikat pekerja atau perusahaan tersebut," tambahnya.
Baca juga: Ini yang Harus Dilakukan Karyawati Bila Bos Ajak Staycation, Belajar dari Kasus Viral di Cikarang
Baca juga: Suami Kerja, Istri Berzina Modus Olahraga di Rumah sama Pria Lain, Ketahuan karena Ini
Selama ini, serikat pekerja di Aceh pernah mencium aroma-aroma tindakan pelecehan seksual oleh oknum manajemen kepada karyawati di beberapa perusahaan.
"Apakah itu sektornya perkebunan sawit yang pernah kami dengar, apakah itu sektor pariwisata dan perhotelan," ungkap Habibi yang juga Ketua Partai Buruh Provinsi Aceh itu.
"Tapi kasus-kasus seperti ini karena menjadi sebuah aib, kadang-kadang diselesaikan secara arif dan bijaksana untuk penyelesaian tidak diperluas," tambahnya.
Baca juga: Kala Karyawati Korban Staycation Jadi Syarat Perpanjangan Kontrak Menolak: Maaf Pak, Saya Gak Bisa
Meski demikian, ada juga kasus-kasus yang dibicarakan sampai ke tingkat yang lebih lanjut.
"Ada dulu di sebuah perusahaan industri perkebunan kelapa sawit yang pekerjanya melaporkan kepada pimpinan perusahaan,” ungkap Habibi.
“Melapor sebagai korban dari oknum manajemen, bentuknya pelecehan," tambahnya.
Menariknya, usai dilaporkan, perusahaan tersebut mengambil tindakan untuk memutasikan oknum tersebut.
"Ini juga merupakan bagian sikap yang baik dari perusahaan agar oknum tersebut tidak lagi mengulangi," tambahnya.
Baca juga: Bos Ajak Staycation Karyawati di Cikarang dan Ancam Putus Kontrak, Respon Disnaker?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tak-Hanya-di-Cikarang-Serikat-Pekerja-di-Aceh-Cium-Aroma-Pelecehan-Karyawati.jpg)