Kakek 85 Tahun di Tasikmalaya Tewas Dibunuh di Kebun, Pelaku Tuduh Korban Lakukan Guna-guna
Polisi mengungkap pembunuhan seorang kakek berusia 85 tahun di Desa Bantarkalong, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
SERAMBINEWS.COM, TASIKMALAYA - Seorang kakek berusia 83 tahun berinisial M ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di Desa Bantarkalong, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Kamis (11/5/2023).
Korban ditemukan tewas mengenaskan di kebun miliknya, Kamis (11/5/2023).
Warga sekitar pun gempar dan segera melaporkan kejadian itu ke polisi.
Diketahui, M alami luka bacokan tersebut pada bagian kepala belakang, wajah, serta jari tangannya.
Meski sempat mendapat penanganan medis, namun nyawa M tidak tertolong.
Polisi mengungkap pembunuhan seorang kakek berusia 85 tahun di Desa Bantarkalong, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Pelaku bernama Rukiman (53) yang merupakan tetangga korban sudah ditangkap.
Pelaku yang bernama Rukiman (53) ditangkap di rumahnya pada Kamis (11/5/2023) sekitar pukul 23.00 WIB kemarin.
Saat diperiksa polisi, Rukiman mengaku membunuh karena merasa korban telah mengguna-gunanya sampai sakit.
“Motif tersangka melakukan penganiayaan tersebut karena didasari oleh dendam atau sakit hati".
"Berdasarkan pengakuan pelaku selama ini merasa diguna-guna oleh korban. Sehingga pelaku merasa dendam terhadap korban dan melakukan pembunuhan," jelas Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto, saat konferensi Pers di kantornya, Jumat (12/5/2023) siang.
Baca juga: Napi Narkoba Tewas Dianiaya di Dalam Tahanan, 4 Polisi akan Diperiksa
Berprofesi sebagai petani, pelaku kerap membawa golok dan menggunakannya untuk membunuh korban.
Polisi pun sudah mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksi pembunuhan.
“Barang bukti yang diamankan, yaitu sebuah topi berwarna hitam, sepatu korban, juga ada golok yang digunakan oleh tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Ari Rinaldi.
Hery menambahkan, korban yang mulanya ditemukan tewas bersimbah darah dengan penuh luka bacok di kepala ditemukan warga di jalan setapak kebun dekat rumah korban.
Kemudian, polisi menyelidiki dan mendapatkan bukti mengarah ke pelaku yang selama ini merupakan tetangga korban sendiri.
Polisi lalu menangkap pelaku dan langsung membawanya ke sel tahanan Polres Tasikmalaya.
"Korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB pagi kemarin. Pelaku berhasil kita tangkap pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB".
" Kita langsung memintai keterangan dan pelaku mengakui perbuatannya melakukan pembunuhan dengan motif dendam kepada korban selama ini," sebut Hery.
Baca juga: 60 Orang Tewas akibat Bentrokan Antaretnis Pecah di Manipur India, 20.000 Lainnya Mengungsi
Sementra itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Satreskrim Polres) Tasikmalaya AKP Ari Rinaldo menyebutkan, saat menangkap pelaku, polisi mengamankan sebilah golok, topi dan pakaian yang digunakan saat membunuh.
"Kita sudah amankan beberapa narang bukti, termasuk golok yang dipakai pelaku. Kita juga sudah mendapatkan keterangan beberapa orang saksi dalam kasus ini," kata Ari.
Pelaku pun dijerat Pasal 338 dan atau Pasal 351 Ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun.
"Kalau hukumannya maksimal 15 tahun penjara," ujar dia.
Sebelumnya, Mian (85) warga Kampung Cieksel Desa Bantarkalong Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ditemukan tewas terkapar dengan kepala penuh luka bacok di kebun miliknya, Kamis (1/5/2023).
"Saya tahu dari tetangga kalau Bapak ada yang bacok. Waktu saya ke Puskesmas, Bapak masih hidup, tapi sudah repot dan akhirnya meninggal," ungkap Suryadi selaku menantu M kepada TribunPriangan.com di Rumah Sakit Umum Daerah Singaparna Medical Center (RSUD SMC), Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Tambahnya, korban awalnya pamit pada keluarga untuk mencari pakan ternak dan memberi makan ternak di kebun.
Seorang kakek berusia 83 tahun berinisial M ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di Desa Bantarkalong, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Kamis (11/5/2023). (Tribunpriangan.com/Aldi M Perdana)
Sekira pukul 08.00 WIB, seorang warga yang hendak berangkat ke kebun melihat M bersimbah darah dalam posisi terlentang di sebuah parit.
"Bapak berangkat dari rumah (dengan) membawa pakan ternak berupa rumput dan menuju kandang domba berjalan kaki sendirian. (Tak lama berselang) ada warga yang akhirnya lihat bapak di parit (dalam) keadaan luka parah," terang Suryadi.
Berdasarkan pemeriksaan, korban M mengalami luka diduga akibat senjata tajam di bagian kepala sebanyak empat titik.
"Sebelah kiri kepala sebanyak 1 titik dan ada empat titik di belakang," pungkas Suryadi.
Baca juga: Sewa PSK Rp 70 Ribu, Kakek 71 Tahun Tewas Overdosis Obat Kuat, Warung Soto Saksi Bisu
Sementara itu, menurut Kepala Desa Bantarkalong Yani, mayat korban ditemukan pertama kali oleh seorang warga yang sedang melintas di lokasi.
Saat itu warga melihat kondisi korban alami luka parah di bagian kepala.
Warga lalu segera membawa korban ke Puskesmas Rancamaya.
"Iya korban adalah petani, tadi ditemukan di kebun. Ditemukan tergetelak di jalan kebun sama warga yang lewat. Terus korban dibawa ke Puskesmas Rancamaya, dalam perjalanan meninggal," tambah dia.
Saat ini pihak kepolisian sedang mendalami keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan itu. ( Kompas.com/ TribunPringan.com )
Baca juga: Logam Mulia di Langsa Masih Turun, Emas Perhiasan Bertahan Per Jumat 12 Mei 2023
Baca juga: Masuki Hari Ke 12, Baru Empat Parpol yang Daftarkan Bacaleg DPRK ke KIP Lhokseumawe
Baca juga: Ingin Cucu Agar Sehat, Nenek Beri Bubur Dicampur Kerang Malah Berujung Petaka: Bibirnya Sudah Ungu
Remaja Pria di Pidie Aceh Dipaksa Layani Nafsu Pria Dewasa, Ancaman Pelaku Buat Korban Trauma |
![]() |
---|
Tragis! Pengantin Pria di Turki Tewas di Hari Pernikahan, Terkena Peluru Kala Tembakan Perayaan |
![]() |
---|
Profil Andreana Wulandari, Istri Dwi Hartono yang Habisi Ilham, Kondisi Rumah Tangganya Diungkap |
![]() |
---|
Brigade Qassam Sergap Patroli Tentara Israel dengan Bom Tanam, 5 Tewas 20 Luka-luka |
![]() |
---|
Kehancuran Rumah Sakit Nasser Gaza usai Serangan Ganda Israel, 22 Orang Tewas Termasuk 5 Jurnalis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.