Berita Langsa

Garis Pantai Pesisir Timur Aceh Kawasan Potensial Burung dari Luar Negeri Bermigrasi karena Mangrove

Seperti dilaporkan Direktur Bale Juroeng Iskandar Haka, Sabtu (13/5/2023), sejak 2019 hingga kini, pesisir timur Aceh, meliputi Kabupaten Aceh Tamiang

Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Dokumen Bale Juroeng
Burung luar negeri yang bermigrasi setiap tahunnya di kawasan pesisir timur Provinsi Aceh 

Seperti dilaporkan Direktur Bale Juroeng Iskandar Haka, Sabtu (13/5/2023), sejak 2019 hingga kini, pesisir timur Aceh, meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur di sepanjang 40 Km garis pantai merupakan kawasan potensial burung air dan burung bermigrasi. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Hari Burung Bermigrasi Dunia setiap tahun dilaksanakan 2 kali, yaitu di bulan Mei dan Oktober.

Tahun 2023 ini tanggal 13 Mei hari ini, Sabtu, merupakan rangkaian pertama kegiatan ini dilaksanakan secara global.

Mengusung tema "Water, Sustaining Bird Life, yaitu Air Mempertahankan Kehidupan Burung".

Seperti dilaporkan Direktur Bale Juroeng Iskandar Haka, Sabtu (13/5/2023), sejak 2019 hingga kini, pesisir timur Aceh, meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur di sepanjang 40 Km garis pantai merupakan kawasan potensial burung air dan burung bermigrasi. 

Burung-burung ini terbang melintasi batas negara, singgah, berkembang biak dan akhirnya terbang kembali ke negara asal mengikuti siklus musim antar negara.

Pesisir timur Aceh merupakan kawasan ekosistem mangrove yang relative masih terjaga dengan baik, sehingga kualitas air, udara dan tanah telah menjamin mata rantai makanan burung migrasi dan burung lokal tersedia dalam jumlah besar.

Baca juga: Delapan Parpol di Bireuen Sudah Daftar ke KIP, PKB Konvoi dengan Betor

"Mangrove menjadi sangat penting untuk kita jaga bersama agar pada tahun-tahun mendatang keberadaan burung air dan burung migrasi tetap datang dan singgah di wilayah ini," kata Iskandar Haka. 

Keberadaan burung air dan burung bermigrasi ini jika dikemas dengan benar, maka akan menjadi sumber alternatif pemasukan bagi masyarakat nelayan dan pemerintah di tiga kabupaten/kota pesisir timur Aceh ini. 

"Wisata minat khusus adalah suatu program yang harus kita dorong dan dukung bersama-sama," pungkas Iskandar Haka, yang masuk nominasi Kalpataru Tahun 2023 ini. (*)

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved