Berita Aceh Singkil

Harga TBS Kelapa Sawit di Aceh Singkil Terus Merosot, Tingkat Petani Kini Dibandrol Rp 1.400/Kg

Pada pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (PMKS), harganya rata-rata turun Rp 50 per kilogram. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Tanaman kelapa sawit milik warga Aceh Singkil yang sedang buah pasir atau buah pertama. Foto direkam, Rabu (24/5/2023). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil, terus merosot.

Pada pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (PMKS), harganya rata-rata turun Rp 50 per kilogram. 

Contohnya, di PT Ensem, turun dari sebelumnya Rp 1.780, menjadi Rp 1.730 per kilogram. 

Kondisi serupa dengan harga kelapa sawit di PT SSM, dari sebelumnya Rp 1.800, menjadi Rp 1.750 per kilogram. 

Turunnya harga sawit di PMKS berimbas kepada harga di tingkat petani. 

Pada tingkat petani, harga TBS sawit berkisar antara Rp 1.400 sampai Rp 1.500 per kilogram. 

Baca juga: Gara-gara Jembatan Desa Lalla Ambruk, Harga Sawit Anjlok di Simeulue, Warga Angkut TBS Pakai Rakit

Harga tersebut jauh lebih rendah dibanding pada April 2023 lalu. 

Pada April lalu itu, harga TBS kelapa sawit di tingkat petani mencapai Rp 2.000 per kilogram. 

Setelah lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah, harga lalu terus turun. 

"Sawit murah terus, sekilo hanya Rp 1.400," kata Erwin, petani sawit di Singkil, Rabu (24/5/2023).

Sawit merupakan komoditas andalan warga Aceh Singkil.

Berdasarkan catatan, lebih dari 70 persen warga Aceh Singkil menggantungkan hidup dari bersawit. 

Baca juga: PMKS di Nagan Raya Beli TBS Sawit Rp 1.780 - Rp 1.820/Kg

Mulai dari pemilik kebun, pemanen, tukang babat rumput hingga penyedia jasa angkutan. 

Banyaknya warga yang bermata pencaharian dari kelapa sawit, ketika harga murah langsung berdampak pada penurunan geliat ekonomi. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved