Breaking News

Opini

Selamat Jalan Tamu Allah

Harapan kita semua saat kepulangan jamaah kelak ke Tanah Air lebih peduli, lebih terbentang rasa empati bagi yang kurang beruntung,

Editor: mufti
ist
H Akhyar Mohd Ali, Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar, Sektaris Umum PW Al Washliyah Aceh dan Ketua MPW BKPRMI Aceh 

Oleh-oleh haji

Oleh-oleh yang paling berharga dari Tamu Allah swt adalah ketika membawa serta haji yang mabrur. Sabda Nabi Mengatakan yang artinya “Haji yang Mabrur tiada balasannya kecuali Surga Allah SWT” (HR Bukhari). Ini yang perlu diinternalisasikan bagi seluruh calon jamaah haji, di era modern dewasa ini, tahun politik, di zaman yang manusia mengukur sesuatu hanya pada materialistis kita sangat mendambakan jamaah haji yang menyandang haji Mabrur/ah.

Sebuah ilustrasi kemabruran dapat kita lihat dari mimpi seorang ulama yang bernama Abu Abdurrahman bin Abdullah ibn al Mubarak, ulama Mekkah bermimpi bahwa kalau ada 600.000 jamaah haji tahun ini maka tidak satu pun yang diterima hajinya kecuali satu orang yang bernama Ali al Muwaffaq tukang sol sepatu yang ia mengumpulkan sedikit demi sedikit Dirham akhirnya cukup untuk biaya perjalanan hajinya.

Namun di tengah jalan ada yang meminta dirhamnya karena sudah beberapa hari seorang janda dengan enam orang anaknya tidak makan, spontan Ali Muwaffaq menyerahkan dirhamnya dan dalam mimpi ulama Mekkah ini beliaulah yang satu-satunya mendapat gelar haji yang mabrur. Harapan kita semua saat kepulangan jamaah kelak ke Tanah Air lebih peduli, lebih terbentang rasa empati bagi yang kurang beruntung, menjadi politikus yang menyejukkan, pemimpin yang bermanfaat bagi umat, inilah bungong jaroe yang kita idamkan.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved