Salam
Bank Syariah Harus Ramah terhadap UMKM
Sejauh ini pelaku UMKM di Aceh kesulitan untuk menemukan produk yang tepat tersedia di bank syariah sete-lah bank konvensional hengkang dari Aceh
HARIAN Serambi Indonesia edisi Selasa (30/5/2023) me-wartakan, bank syariah yang ada di Aceh bakal memaksimal-kan layanan untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam hal pembiayaan dan sebagainya, sehingga pelaku usaha tersebut bisa meningkat perekonominya. Sejauh ini pelaku UMKM di Aceh kesulitan untuk menemukan produk yang tepat tersedia di bank syariah sete-lah bank konvensional hengkang dari Aceh. Sebab, tidak se-mua layanan di bank konvensional ada di bank syariah.
Hal itu terungkap saat diskusi publik bertema ‘Tan-tangan dan Peluang UMKM Aceh’ yang menghadirkan pu-luhan pelaku UMKM dari seluruh Aceh, di D-Energy Cafe, Banda Aceh, pada Senin (29/5/2023). Amatan Serambi, satu per satu pelaku UMKM mengeluhkan minimnya pro-duk yang ada di bank syariah saat ini.
CEO Bank Syariah Indonesia (BSI), Wisnu Sunandar, yang hadir dalam diskusi itu mengakui bahwa produk layanan yang ada di bank syariah milik BUMN tersebut masih banyak keku-rangan. Namun, kata dia, pihaknya kini mulai mengadopsi satu per satu produk yang ada di bank konvesional ke BSI, terma-suk untuk transaksi ekspor dan impor dalam negeri.
Melihat realitas yang ada tentang layanan bank syari-ah di Aceh kepada para pelaku UMKM, sepertinya masih banyak hal yang harus dilakukan oleh pihak bank terse-but. Sebab, UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam membangun perekonomian daerah dan meningkat-kan kesejahteraan masyarakat. Jika UMKM bisa berkem-bang dan maju, maka usaha tersebut bisa menyerap tena-ga kerja lokal dalam jumlah yang banyak.
Untuk mewujudkan hal tersebut, UMKM tentu membutuhkan perhatian maksimal dari bank syariah setelah bank konvensi-onal keluar dari Aceh. Perhatian itu antara lain, bank syariah--khususnya BSI sebagai satu-satunya bank syariah milik BUMN--agar mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang membutuhkan modal usaha melalui berba-gai fitur dan layanan yang tersedia di bank tersebut.
Guna memastikan hal itu terlaksana, pihak perbankan harus melakukan sistem jemput bola atau menyediakan berbagai layanan digital bagi pelaku UMKM yang membu-tuhkan modal usaha. Dengan cara itu, selain membantu perkembangan usaha kecil dan menengah, juga mening-katkan kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah itu sendiri. Jika hal tersebut bisa dilakukan, maka secara lambat laun akan berdampak signifikan terhadap pertum-buhan ekonomi masyarakat, daerah, dan nasional.
Langkah lain yang harus dilakukan bank syariah ada-lah terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak lain agar bisa lebih banyak melaksanakan program-program yang memihak kepada pelaku UMKM. Hal tak kalah pen-ting yang harus dilakukan oleh bank syariah untuk men-dukung pelaku UMKM adalah memberikan pelatihan kepa-da mereka agar mendorong usaha tersebut ‘naik kelas.’
Dengan cara itu, keberadaan bank syariah secara tidak langsung akan ramah, care atau peduli, dan bersahabat de-ngan para pelaku UMKM yang ada di Aceh. Artinya, masyara-kat khususnya pelaku UMKM benar-benar merasakan man-faat dari kehadiran bank syariah di Tanah Rencong. Sebab, dengan perhatian dan dukungan dari bank syariah membuat usaha mereka semakin maju dan berkembang. (*)
POJOK
Merokok di sekitaran Masjid Nabawi didenda
Jamaah haji yang ingin didenda, silakan bawa rokok banyak-banyak ke Tanah Suci
4.469 Gampong belum salurkan dana desa
Tapi bukan karena ditilep oleh aparat desa kan?
Penipuan rumah bantuan resahkan warga Pidie
Duh kasian ya, warga belum punya rumah malah kena tipu lagi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/diskusi-UMKM-dengan-bank.jpg)