Salam
JCH Harus Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
jamaah haji Aceh mulai mengalami sejumlah penyakit akibat perubahan cuaca yang panas. Seperti mimisan, bibir dan kulit pecah-pecah, gatal, batuk, hin
HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (29/5/2023) memberitakan bahwa sejumlah jamaah haji Aceh yang sudah tiba di Madinah, Arab Saudi, dilaporkan mulai mengalami sejumlah penyakit akibat perubahan cuaca yang panas. Seperti mimisan, bibir dan kulit pecah-pecah, gatal, batuk, hingga ada yang demam.
Namun, semua penyakit tersebut masih bisa ditangani oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter 1 Embar-kasi Aceh, sehingga semua jamaah haji asal Tanoh Rencong masih bisa melaksanakan ibadah tepat waktu dan melakukan ziarah selama berada di Madinah. Dokter Kloter 1 Embarkasi Aceh, dr Desi Maghfirah M,
mengungkap-kan, sebelumnya ada satu jamaah yang dirawat di kloter, tapi sudah membaik dan sudah bisa pergi ke masjid. Ia menyampaikan, sampai saat ini petugas kesehatan tidak mengalami kendala yang berarti
Kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius dari Jama-ah Calon Haji (JCH) yang masih berada di Tanah Air, termasuk jamaah haji asal Embarkasi Aceh.
Seperti diketahui, hingga Senin (29/5/2023) kemarin, sudah enam kelompok terbang (kloter) jamaah haji Aceh yang sudah tiba di Arab Saudi. Ber-arti masih ada enam kloter lagi yang akan berangkat ke Ta-nah Suci melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, sejak Selasa (30/5/2023) pagi hingga Minggu (4/6/2023) mendatang Kita semua sepakat agar JCH terutama jamaah haji lan-jut usia (lansia) saat tiba di Tanah Suci nanti untuk serius menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya. Hal itu sangat penting menjadi perhatian jamaah haji karena suhu udara di Arab Saudi sangat tinggi dibanding dengan Indonesia. Saat ini, suhu di Kota Madinah mencapai 40 derajat Celsius.
Salah satu cara JCH--khususnya para jamaah haji lansia--menjaga kesehatan di tengah suhu menyengat di Kota Madinah adalah mengurangi dan bahkan menghin-dari aktivitas di luar ruangan. Dengan mengurangi aktivi-tas di luar ruangan berarti jamaah sudah menghemat te-naga agar nanti bisa menunaikan rangkaian ibadah haji yang utama seperti wukuf di Arafah, tawaf di Kakbah, ser-ta sa’i di Shafa dan Marwa.
Untuk menghindari kebingungan saat melakukan kegiatan di Kota Madinah secara umum dan khususnya selama selama beribadah di Masjid Nabawi, jamaah haji hendaknya mengikuti arahan dan panduan yang disampaikan oleh tim medis dan pe-tugas pendamping lainnya di kloter masing-masing.
Hal-hal yang perlu dilakukan oleh JCH terutama jamaah haji lansia, antara lain, menggunakan pelembab kulit dan bibir untuk menghindari iritasi akibat cuaca panas, selalu mengunakan alas kaki dan kaus kaki untuk menghindari kaki melepuh, upayakan selalu membawa dan minum air mineral 200 ml/jam secara teratur untuk menghindari de-hidrasi, makan tepat waktu dan beristirahat yang cukup, serta mengonsumsi vitamin dan obat-obatan.
Dengan melakukan hal-hal tersebut serta mengikuti petunjuk dari tim medis dan petugas pendamping haji di kloter masing-masing, seluruh jamaah haji Indonesia termasuk asal Aceh dapat menunaikan semua rangkai-an ibadah haji dengan baik dan menjadi haji mabrur ser-ta bisa kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat wal afiat. Semoga! (*)
POJOK
Argentina bawa skuad juara dunia ke Jakarta
Tapi, nanti mainnya nggak habis-habisan coach kan?
Erdogan menangi pilpres Turkiye
Hasil itu menunjukkan koalisi oposisi gagal men-yakinkan pemilih
Kuota solar untuk nelayan tak mencukupi
Waduh, itu persoalan lama yang tak pernah ada solusinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RAWAT-JAMAAH-HAJI-DI-JEDDAH.jpg)