Opini
Thalasemia dan Fenomena Gunung Es
Thalassemia adalah suatu penyakit turunan dari orang tua, dimana pada pasien thalassemia ini mereka akan mengalami gangguan pada darah yaitu pada hemo
dr Teuku Ilhami Surya Akbar M Biomed, Dosen Fakultas Kedokteran Malikussaleh Aceh Utara dan Penasehat Perhimpunan Dokter Transfusi Darah Wilayah Aceh
HARI Thalasemia Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Mei merupakan hari peringatan untuk menghormati semua pasien dengan thalasemia dan orang tua mereka yang tidak pernah kehilangan harapan untuk hidup, terlepas dari beban penyakit mereka, dan untuk semua ilmuwan yang telah berdedikasi dan berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan thalasemia di seluruh dunia.
Thalassemia adalah suatu penyakit turunan dari orang tua, dimana pada pasien thalassemia ini mereka akan mengalami gangguan pada darah yaitu pada hemoglobinnya. Pasien dengan thalassemia mengalami gangguan pada pembentukan rantai globin, sehingga sel darah merah mereka tidak terbentuk dengan baik. Akibatnya, hemoglobin tidak dapat membawa oksigen yang cukup. Oleh karena itu, penderita thalassemia menderita anemia seumur hidup.
Fenomena gunung es
Thalasemia merupakan salah satu penyakit kelainan genetik yang cukup banyak diderita oleh masyarakat di dunia. Indonesia termasuk salah satu negara dalam sabuk thalasemia dunia, artinya negara dengan frekuensi gen (angka pembawa sifat) thalassemia yang tinggi.
World Heatlh Organization (WHO) menyatakan bahwa insiden pembawa sifat thalasemia di Indonesia berkisar 6-10 persen, artinya bahwa dari setiap 100 orang penduduk terdapat 6-10 orang yang merupakan pembawa sifat thalasemia.
Berdasarkan laporan thalasemia International Federation tahun 2005, prevalensi carrier thalasemia yang paling tinggi adalah di Irak dan Saudi Arabia yaitu antara 1-15 % . Di Asia prevalensi thalasemia berkisar antara 1-15
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Teuku-Ilhami-Surya-Akbar-OKE.jpg)