Selasa, 19 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Sebut Indonesia sedang Sakit Digerogoti Penyakit Korupsi, Mahfud MD: 87 Persen Koruptor Sarjana

Dalam orasi ilmiah, menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, Indonesia sedang dilanda penyakit yang sangat berbahaya, yaitu korupsi.

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia, Prof Dr Mohammad Mahfud MD memberikan orasi ilmiah di Unimal, Senin (12/6/2023). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia, Prof Dr Mohammad Mahfud MD menyampaikan, Indonesia saat ini sedang dilanda penyakit yang sangat berbahaya, yaitu korupsi.

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD saat dirinya orasi ilmiah pada Dies Natalis Ke-54 Universitas Malikussaleh (Unimal), di Gedung ACC Unimal, Uteunkot, Lhokseumawe, Senin (12/6/2023).

Ia mengatakan, Unimal didirikan pada 12 Juni 1969, sehingga tepat pada 12 Juni 2023, kini berusia 54 tahun.

Dalam orasi ilmiah, menurut mantan Hakim Konstitusi atau Ketua Mahkamah Konstitusi itu, Indonesia sedang dilanda penyakit yang sangat berbahaya, yaitu korupsi.

“Kadang kala orang mengatakan, kenapa Pak Menko Polhukam selalu bicara di Indonesia banyak korupsi, kok diam saja. Yang saya katakan ini justru tidak diam,” sebut Mahfud MD.

Mahfud menambahkan, catatan dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyebutkan, bahwa 87 persen koruptor di Indonesia itu adalah lulusan perguruan tinggi.

“Wah, kalau begitu perguruan tinggi ‘mencetak’ koruptor? Padahal, ini 87 persen dari koruptor. Lalu, berapa jumlah koruptor di Indonesia, yaitu 1.200 orang. Jadi, banyak kejahatan jumlah koruptornya 1.200, dan 87 persen itu artinya 1.044 orang koruptor itu adalah sarjana,” tegas Mahfud MD.

Mahfud melanjutkan, apakah perguruan tinggi gagal mencetak sarjana yang nasionalis? “Tentunya tidak, karena jumlah lulusan perguruan tinggi sebanyak 17,6 juta lebih. Yang koruptor hanya 1.044 orang,” urai dia.

“Artinya apa, perguruan tinggi ini pada umumnya sudah berhasil mencetak kader bangsa dan membangun peradaban di Indonesia, sehingga negara ini menjadi maju. Ilmu pengetahuan dan teknologinya berkembang, sistem ketatapemerintahannya berjalan bagus, dan perekonomiannya,” ucap Mahfud.

Ia menambahkan, biasanya orang mengukur peradaban dari situ.

“Dan, Indonesia perlu dilihat dari segi ini bahwa sudah maju, karena kita memiliki perguruan tinggi,” papar dia.

“Mengapa kita memiliki perguruan tinggi, karena kita merdeka dan berdaulat untuk membangun negeri sendiri,” kata Mahfud.

Sambungnya, dalam kesempatan itu dirinya mengucapkan Selamat ulang tahun Unimal Ke-54. Ia berharap, agar semua khususnya warga sivitas akademika Universitas Malikussaleh bisa menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan tujuan konstitusi.

Apa tujuan konstitusi itu?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved