Idul Adha 1444 H

Hari Raya Idul Adha Kerap Berbeda di Indonesia dan Arab Saudi, Begini Ulasan Ustaz Abdul Somad

"Kami memutuskan akan menggelar rukyatul hilal di 99 lokasi seluruh wilayah Indonesia," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah

Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Ilustrasi - Ribuan jamaah shalat Idul Adha di Masjid Agung Baitul Makmur Melaboh sedang menyimak Khutbah Idul Adha 1443 H bertepatan 10 Juli 2022 yang disampaikan oleh HM Bakry Usman. 

"Waktu shalat pakai waktu matahari, kita di timur lebih dulu. Kalau awal bulan tu ikut Hilal, bulan, yang di barat lebih dulu.

Jamaah itu kemudian menanyakan lagi ke UAS," Tapi kan puasa Arafah tu ikut Wuquf Ustadz?".

Mendapati pertanyaan itu, UAS kemudian meminta jamaah tersebut untuk memahami Wuquf di Arab Saudi mengikuti waktu wilayah mana.

"Wuquf ikut apa? Ikut tanggal 9. Tanggal 9 ikut apa? Ikut tanggal 1. Tanggal 1 ikut apa? Ikut hilal. Jadi puasa tu tanggal 9, bukan tanggal 8, bukan pulak tanggal 10," ujar UAS.

Ustaz Abdul Somad meminta umat muslim untuk menghargai perbedaan ini dengan mengikuti mathla' masing-masing daerah.

"Ikut mathla' daerah masing-masing" tegas UAS.

UAS pun menjawab bahwa perbedaan ini juga pernah terjadi.

"Kuraib dari Madinah ke Syam. Di Syam mereka melihat Hilal malam Jum'at.

Ibnu Abbas di Madinah melihat Hilal malam Sabtu," kata UAS.

"Syam dengan Madinah aja beda mathla', apalagi Makkah dengan Pekanbaru atau Indonesia," bebernya.

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Kenapa Hari Raya Idul Adha Kerap Berbeda di Indonesia dan Arab Saudi, Begini Kata Ustaz Abdul Somad,

Berita terkait lainnya

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved