Jurnalisme Warga
Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan Ke-3 Unaya
Mereka banyak bercerita, sesekali kami tertawa lepas sambil menikmati minuman dan beberapa potong kue cokelat.
Dr. SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Plt Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama, melaporkan dari Aceh Besar
Senin, 15 Juni, saya mendapat pesat WhatsApp (WA) dari seorang mahasiswa. “Assalamualaikum Bu, perkenalkan saya Raysya dari Fakultas Hukum let 22. Maaf mengganggu waktunya Bu, saya ingin bertanya, apakah besok ibu ada waktu? Alhamdulillah, saya dan kawan-kawan yang lulus Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Bu. Saya ingin konsultasi untuk mata kuliah yang bisa saya ambil di perguruan tinggi penerima Bu. Alhamdulillah, sudah dikasih tahu apa saja mata kuliah yang bisa diambil, jadi ingin saran dari Ibu.”
Dari jauh terlihat tiga mahasiswa sedang memarkirkan sepeda motornya. Mereka adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Abulyatama (Unaya) yang lulus program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM): Raysya, Irfandi, dan Pasha.
Ini tamu pertama saya dari mahasiswa. Saya senang sekali mereka bisa mencapai prestasi yang gemilang ini. Saya bertanya kepada mereka tentang pengalaman selama mengikuti PMM angkatan ke-3 ini. Mereka banyak bercerita, sesekali kami tertawa lepas sambil menikmati minuman dan beberapa potong kue cokelat.
Mendengar mereka bercerita saya seperti kembali pada masa-masa kuliah dulu di Unaya. Betapa banyak program yang bisa dilakukan untuk membesarkan FH Unaya.
PMM adalah program yang dibuat oleh Kemdikbudristek RI. PMM dalam negeri yang berlangsung satu semester mengajak mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Saya sempat berdiskusi dengan Wakil Rektor Bidang Akademik, Ibu Dr Tuti Marjan Fuadi MPd tentang program PMM ini. “Abulyatama sudah aktif dalam menyambut programprogram baru Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dipelopori oleh Mas menteri Nadiem Makarim,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa Unaya selain mengikuti program PMM, juga mengikuti program MBKM yang lain, yaitu kampus mengajar, magang, studi independent, dan bina desa.
Unaya juga telah menyerap anggaran mencapai 1 miliar rupiah dalam penerapan MBKM tahun 2022 dan di tahun 2023 Unaya salah satu PTS yang memperoleh hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang hampir mencapai Rp1 miliar.
Irfandi yang mahasiswa melihat dengan program PMM ini mahasiswa bisa merasakan kuliah di kampus yang berbeda dari dalam negeri selama satu semester. Bisa mempunyai relasi yang luas dari Sabang sampai Merauke. Mahasiswa juga bisa mengeksplor dan belajar ragamnya budaya Nusantara. Program ini sangat mendidik mahasiswa. “Harapan saya program ini terus berlanjut ke depannya,“ ujar Irfan.
Irfandi, adalah mahasiswa jurusan hukum semester 2 angkatan 2022. Ia anak kedua dari empat bersaudara, lahir di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.
Tahun 2023 dia mengikuti PMM 3 di Universitas Swadaya Gunung Djati. Dia mengakses info pertukaran mahasiswa melalui senior organisasinya.
“Begitu saya dengar info PMM3 tersebut saya tidak langsung mendaftarkan diri. Saya terlebih dahulu mencari tahu tentang PMM3 kepada para alumni PMM2,” ujarnya. “Setelah menerima informasi baru saya tertarik mendaftar,” tambahnya.
Irfan mulai mengikuti tahap demi tahap. Mulai dari pendaftaran, seleksi berkas hingga sampai ke tahap seleksi. Di tahap seleksi dia mulai memiliki kendala karena tak mempunyai laptop.
“Hingga akhirnya saya cari ke teman-teman,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/siti-rahmah-8.jpg)