Kesehatan
Idul Adha, Ini Manfaat Makan Daging Kambing bagi Ibu Hamil, Dokter Spesialis Obgyn Ingatkan Porsi
Ada banyak kekhawatiran yang muncul ketika ibu hamil mengonsumsi daging kambing, terutama pada saat momen Idul Adha.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Idul Adha, Ini Manfaat Makan Daging Kambing bagi Ibu Hamil, Dokter Obgyn Ingatkan Soal Porsi
SERAMBINEWS.COM - Ada banyak kekhawatiran yang muncul ketika ibu hamil mengonsumsi daging kambing, terutama pada saat momen Idul Adha.
Daging kambing menjadi salah satu olahan yang sering hadir pada saat momen hari raya Idul Adha.
Namun sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati hidangan dari daging kambing dengan leluasa, termasuk pada ibu hamil. Tapi sebenarnya, bolehkah ibu hamil makan daging kambing?
Kekhawatiran mengonsumsi daging kambing pada ibu hamil ini muncul sebab daging kambing disebut mampu menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Selama ini daging kambing memang sering dianggap sebagai biang keladi terjadinya kenaikan tekanan darah yang berujung pada hipertensi, termasuk pada ibu hamil.
Namun, apakah medis setuju dengan anggapan ini?
Baca juga: Pentingnya Peran Suami saat Istri sedang Hamil, Lakukan 2 Hal Ini Kata dr Boyke : Istri Tidak Stres
Dikutip dari akun Instagram dr Muhammad Ilham Aldika Akbar, dokter spesialis obgyn yang kerap membagikan edukasi seputar edukasi kehamilan dan kesehatan wanita ini mengatakan sebenarnya boleh boleh saja mengonsumsi daging kambing pada ibu hamil asal tidak berlebihan.
"Konsumsi daging kambing boleh untuk ibu hamil asal tida berlebihan," kata dr Aldika Akbar.
Selain dikenal enak, daging kambing sebenarnya memiliki kandungan nutrisi tinggi.
Lebih lanjut, dr Aldika Akbar juga mengungkap manfaat konsumsi daging kambing pada ibu hamil.
Daging kambing sebagai sumber protein tinggi yang membantu tumbuh kembang janin dalam rahim.
Daging kambing kaya akan zat besi, dapat meningkatkan sel darah merah pada ibu hamil.
Baca juga: Ibu Hamil Ngidam Makanan Pedas, Apakah Boleh Makan? Berikut Jawaban Dokter Kandungan
Daging kambing kaya akan zinc, membantu perkembangan imunitas janin.
Daging kambing mengandung vit B12 yang mamp menjaga kesehatan sistem saraf, pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia.
Sementara kandungan tembaga pada daging kambing berfungsi untuk memastikan pertumbuhan optimal bayi.
Meski banyak manfaat yang terkandung pada daging kambing, namun sebaiknya pada ibu hamil jangan dikonsumsi secara berlebihan.
Meskipun kandungan nutrisi daging kambing tinggi, namun jika dikonsumsi berlebihan dapat berisiko kepada ibu dan janin.
Daging kambing mengandung kolesterol dan lemak jenuh tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar lemak ibu hamil.
Baca juga: Pakai KB Masih Bisa Hamil? Simak Penjelasan Seksolog dr Boyke
Daging kambing juga kaya akan sodium, pemasukan berlebihan sodium dapat meningkatkan tekanan darah pada ibu hamil.
Terakhir, daging kambing mengandung histamin, yang dapat memicu alergi pada beberapa orang.
Ibu Hamil, Ini 4 Tips Sederhana Naikkan Berat Badan Janin dalam Rahim, Simak Saran Spesialis Obgyn
Jika berat badan janin di bawah rata-rata, ibu dan janin akan lebih berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan.
Untungnya, ada sejumlah tips sederhana yang bisa menaikkan berat badan janin dalam rahim.
Tips menaikkan berat badan janin ini dibagikan oleh dokter spesialis obgyn, dr Muhammad Ilham Aldika Akbar.
Dikutip dari akun Instagram miliknya, @dr_aldika_akbar, ahli kesehatan yang kerap membagikan informasi seputar edukasi ke hamilan dan kesehatan wanita itu membagikan empat tips sederhana naikkan berat badan janin di dalam rahim.
Ibu hamil bisa mencoba tips ini jika dokter mengatakan berat badan janin di dalam rahim anda kurang.
Mulai sekarang, ibu hamil coba terapkan beberapa hal sederhana ini utk meningkatkan berat badan janin dalam rahim, berikut diantaranya:
1. Konsumsi Makanan Kaya Nutrisi
Menurut dr Aldika Akbar, makanan yang kaya nutrisi seperti sayuran hijau, buah-buahan, biji- bijian, dan daging tanpa lemak dapat membantu meningkatkan berat badan janin dalam rahim.
"Sebuah penelitian pada tahun 2021 menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang kaya nutrisi dapat meningkatkan berat badan janin pada trimester kedua dan ketiga ke hamilan," katanya.
2. Konsumsi Protein yang Cukup
Tak hanya makanan kaya nutrisi, protein juga dibutuhkan oleh ibu hamil dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan berat badan janin.
"Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology pada tahun 2017 menunjukkan bahwa konsumsi protein yang cukup selama ke hamilan dapat membantu meningkatkan berat badan janin," sambungnya.
3. Kurangi Stres
Menjaga pikiran agar tidak stres juga menjadi kunci utama.
Menurut dr Aldika Akbar, stres dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pengurangan stres dan diet yang tepat pada ibu hamil dapat membantu meningkatkan berat badan janin dalam rahim.
4 Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup dapat membantu memperbaiki kesehatan ibu dan meningkatkan pasokan darah dan nutrisi ke janin.
"Sebuah penelitian menunjukkan bahwa istirahat yang cukup membantu meningkatkan berat badan janin pada trimester ketiga ke hamilan," pungkasnya.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-Muhammad-Ilham-Aldika-Akbar.jpg)