Minggu, 26 April 2026

Berita Aceh Selatan

37 Calon Guru Penggerak Angkatan 7 di Aceh Selatan Ikut Lokakarya Fetival Panen Hasil Belajar

37 calon guru penggerak sudah menjalani pendidikan selama enam bulan. Sselanjutnya guru penggerak akan diberikan program untuk satu tahun ke depan.

Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Taufik Hidayat
Dok panitia
Calon guru penggerak memakai pakaian adat Aceh saat berfoto bersama usai pembukaan Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Sabtu (8/7/2023) 

Laporan Ilhami Syahputra | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM,TAPAKTUAN - Sebanyak 37 calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan ke 7 Aceh Selatan mengikuti Lokakarya Festival Panen Hasil Belajar

Lokakarya tersebut diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Aceh berkerjasama dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Aceh Selatan yang berlangsung dua hari sejak (7 Juli 2023) sampai dengan (8 Juli 2023) di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Selatan yang diwakili oleh Asisten l Kamarsyah dan turut di hadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan, perwakilan Kacabdisdik Aceh Selatan, Kemenag, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, calon guru penggerak, dan 7 Pengajar Praktik serta tamu undangan lainnya

Dalam festival tersebut terlihat stand - stand pameran hasil karya calon guru penggerak yang dihiasi dengan menarik. Selain itu, Calon guru penggerak dengan memakai pakaian adat Aceh turut menampilkan musikalisasi puisi.

Pada kesempatan itu,  Asisten I Pemkab Aceh Selatan, Kamarsyah mengatakan bahwa calon guru penggerak akan menjadi contoh praktik baik dalam pembelajaran dan dapat mengambil peran untuk memberikan penguatan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia

"Penguatan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia itu tak hanya di Aceh Selatan atau Provinsi Aceh tapi seluruh Indonesia" Katanya

Selain itu, Kamarsyah juga mengingatkan kembali pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim pada hari guru tahun 2019 lalu yang menyampaikan dua konsep dalam reformasi pendidikan yakni merdeka belajar dan Guru penggerak

Lebih lanjut, Kata Kamarsyah, Menteri Nadiem Makarim juga menyampaikan bahwa reformasi pendidikan tidak hanya betumpu pada pemerintah atau berdasarkan kurikulum saja, namun juga melalui gerakan-gerakan di sekolah

"Sebuah gerakan yang memberikan ruang inovasi di masing-masing sekolah, yang dinamakan guru penggerak." Jelasnya

Ia mengatakan bahwa kedua konsep tersebut telah menjadi kebijakan nasional, baik merdeka belajar maupun guru penggerak. "Kedua kebijakan tersebut adalah untuk peningkatan kualitas dan mutu pendidikan" Ungkapnya

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Aceh Selatan, Akmal, menyampaikan bahwa calon guru penggerak sebentar lagi akan melepaskan statusnya sebagai calon, namun nantinya akan menjadi Guru penggerak

"Oleh karna itu hasil ilmu yang didapat oleh guru penggerak saat mengikuti proses pendidikan selama enam bulan tersebut harus disimpan dan diteruskan ke pada anak-anak kita untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan dari TK sampai SMA" Ungkapnya

Sementara itu, Koordinator Pengajar Praktik angkatan ke 7, Ansar, mengatakan bahwa 37 calon guru penggerak sudah menjalani pendidikan selama enam bulan. Mereka (calon guru penggerak) yang dari tidak bisa bikin video sekarang sudah luar biasa, Teman-teman sudah bisa buat video dan editing,  hal itu jika dilihat dari segi daring (online) 

"Kalau dari segi keilmuan, jika dulunya sering memarahi anak - anak, sekarang stigma itu sudah berubah, anak anak itu materinya harus kita sesuaikan dengan anak-anak" ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved