Bawang Merah
Kembangkan Tanaman Bawang, Pengurus Kadin Pusat Beri Apresiasi kepada Konsorsium Bawang Merah Pidie
Sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, kami memberikan apresiasi kepada Pengurus Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani, yang sudah sukses mengemb
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid memberikan apresiasi kepada Pengurus Konsorsium Bawang Merah Pidie, yang telah sukses mengembangan tanaman bawang merah, dalam skala yang luas dan berkelanjutan, sehingga bisa membantu pemerintah dalam pengendalian harga bawang merah dan menekan laju inflasi kelompok bahan pangan dari komoditas hortikultura.
“Sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, kami memberikan apresiasi kepada Pengurus Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani, yang sudah sukses mengembangkan tanaman bawang merah di Pidie,” kata Arsjad Rasjid, usai acara penandatangan kerjasama secara simbolis dalam pembinaan UMKM di Aceh antara Kadin Pusat, dengan Kadin Aceh, Baitul Mal dan Perbankan di Anjong Mon Mata, Senin (10/7/2023) di Banda Aceh.
Acara penandatanganan Kerjasama Pembinaan UMKM tersebut, disaksikan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dan Anggota Majelis Tuha Puet Lembaga Wali Nanggroe, Drs Sulaiman Abda MSi, mewakili Wali Nanggroe dan sejumlah pejabat lainnya.
Baca juga: Tekan inflasi, Pemko Sabang bagikan 2.000 Kg bibit Bawang Merah
Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki bersama Wali Nanggroe, yang diwakili Sulaiman Abda, juga memberikan apresiasi kepada Pengurus Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakaria A Gani, atas kesuksesannya mengembangan tanaman bawang merah dan membantu petani bawang merah, dalam pengadaan bibit bawang merah.
"Kita butuh sosok orang-orang seperti Zakarya A Gani, yang mau, bersedia dan komitmennya terhadap usaha bisnis pengembangan tanaman bawang merah untuk membantu petani dan pemerintah, serta menyerap tenaga kerja, cukup banyak," ujar Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid.
Zakarya A Gani, sosok pengusaha pertanian, yang peduli dan peka dengan lingkungannya, dan suka membantu petani bawang merah.
Pola pengembangan tanaman bawang merah, menggunakan pola inti dan plasma itu sudah benar, mencerminkan pola kerja sama gotong royong.
Sistem dan pola kerja sama yang dilakukan Pengurus Konsorsium Bawang Merah Pidie dalam pengembangan tanaman bawang merah Pidie itu, kata Ketua Umum Kadin Pusat Arsjad Rasjid, adalah sama dengan pola dan sistem kerja sama usaha yang sedang dijalankan Kadin Pusat di berbagai daerah.
Sistem Kerja sama usaha pengembangan tanaman bawang merah yang dilakukan Konsorsium Bawang Merah Pidie ini, akan dijadikan contoh atau role model, bagi pengurus Kadin di daerah lainnya yang mau terjun ke dalam dunia usaha pertanian, perikanan, peternakan, perikanan dan lainnya, melibatkan berbagai unsur, termasuk perguruan tinggi.
"Saya senang mendengar ada pengurus Kadin di Aceh, melakukan Gerakan pengembangan tanaman bawang merah lokal melibatkan perguruan tinggi, yaitu USK dan pihak lainnya, kemudian berhasil dan hasil kerja nyatanya, dinikmati orang banyak. Pola kerjasama sama seperti ini, sangat bagus, dan terus dikembangkan, agar pelaku UMKM lainnya, bisa tumbuh dan terus berkembang," ujarnya.
Ketua Umum Kadin Pusat, Arsjad Rasji berharap setelah kesuksesan dalam pengembangan tanaman bawang merah, di Aceh akan tumbuh konsorsium komoditi lainnya, yang bisa menjadi komoditi ekspor. Misalnya komoditi jagung, kacang kedelai.
Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dua komoditi ini masih di impor dari luar negeri.
Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Kadin Pusat, Arsjad Rasjid, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dan Anggota Majelis Tinggi Tuha Peut Kelembagaan Wali Nanggroe, Drs Sulaiman Abda MSi, yang mewakili Wali Nanggroe, sudah memberikan apresiasi atas kerja yang telah dilaksanakan Konsorsium Bawang Merah Pidie, dalam mengatasi kelangkaan bawang merah dan membantu menstabilisasi harga bawang merah dan menekan laju inflasinya.
Selanjutnya, telah memberikan waktu, bagi kami untuk berbicara soal pengembangan tanaman bawang merah pada acara pengukuhan pengurus Kadin Aceh periode 2022 - 2027
Kerja sama pengembangan bawang merah Pola Inti dan Plasma yang kita lakukan, kata Zakarya A Gani, tujuannya agar kegiatan usaha pengembangan bawang merah lokal di Aceh, bisa berlanjut, dan masa tanam dan panennya teratur, sehingga produksinya setiap bulan ada, sehingga tidak terjadi kekosongan di pasar.
Ia mengatakan, sebelum Konsorsorsium Bawang Merah Pidie mengembangan tanaman bawang merah dengan pola tanam yang teratur, stok bawang merah di pasar sering kali terjadi kekosongan, harga melonjak capia diatas Rp 40.000/Kg, tapi setelah sistem tersebut berjalan, hingga tahun ketiga ini, sudah jarang terdengar stok bawang merah lokal di pasar kosong dan harganya relatif stabil Rp 25.000 – Rp 33.000/Kg.
Caranya, disiapkan bibit bawang merah dalam jumlah yang banyak, sehingga kapan saja petani butuh bibit bawang merah, bibitnya tersedia dan petani boleh bayar kontan atau setelah hasil panen bawang di jual ke pasar.
Pada saat panen raya, kata Zakarya A Gani, ketika harga bawang merah petani jatuh di bawah Rp 20.000/Kg, Konsorsium siap menampung hasil panen bawang petani.
“Karena ada jaminan penampungan, petani bawang merah di Pidie dan Pijay, tidak takut tanam bawang merah, sehingga stok bawang merah lokal Pidie, sejak bulan Januari hingga Juli ini di Aceh, selalu tersedia di pasar lokal maupun luar Aceh,” ujar Zakarya A Gani.(*)
Baca juga: Pj Bupati Lantik Lima Anggota KIP Bireuen Periode 2023-2028
Baca juga: 16 Tim Ramaikan HUT Ke 33 PSBS Bambi, Perebutkan Hadiah Rp 70 Juta
Tanaman bawang merah
Kadin Pusat
Pengurus Kadin Pusat
Konsorsium Bawang Merah Pidie
Serambinews
Serambi Indonesia
Harga Tampung Bawang di Pidie Anjlok, Petani Minta Perhatian Pemerintah |
![]() |
---|
Pj Bupati Bireuen Panen Bawang Merah di Lhok Awe Teungoh Bireuen Dibiayai Dana Desa |
![]() |
---|
Konsorsium Bawang Merah Aceh Targetkan Area Tanam 1.000 Ha |
![]() |
---|
Kadin Aceh Kembali Kembangkan Bawang Merah di Pidie, PLN Bersinergitas Bantu Pemasangan Arus Listrik |
![]() |
---|
Dosen FP USK Sikapi Anjloknya Harga Bawang Merah, Hilirisasi Produk jadi Solusinya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.