Bawang Merah

Harga Tampung Bawang di Pidie Anjlok, Petani Minta Perhatian Pemerintah

Pada awal panen sejak 25 Juni harga panen bawang merah petani sempat bertahan hingga awal pekan Juli dengan kisaran harga Rp 30.000/Kg hingga Rp 40.00

Penulis: Idris Ismail | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/idris ismail
Tiga petani lokal di Gampong Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie memperlihatkan hasil panen bawang merah di areal lahan persawahan gampong setempat, Senin (22/7/2024). 

 Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Harga tampung bawang merah lokal di berbagai kecamatan di Kabupaten Pidie selama dua pekan lebih anjlok.

Sebelumnya sempat bertahan di kisaran Rp 30.000/Kg hingga Rp 40.000/Kg.

Seperti diutarakan salah satu petani lokal di Kemukiman Gampong Lhang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Ibrahim (48) dan M Yasin (58) kepada Serambinews.com, Senin (22/7/2024).

Baca juga: Konsorsium Bawang Merah Aceh Targetkan Area Tanam 1.000 Ha, 2 Titik Lokasi

Selama dua pekan. Lebih atau 20 hari terakhir ini harga tampung hasil panen petani lokal di Pidie menjadi anjlok parah.

"Pada awal panen sejak 25 Juni harga panen bawang merah petani sempat bertahan hingga awal pekan Juli dengan kisaran harga Rp 30.000/Kg hingga Rp 40.000/Kg namun, lambat laun harga semakin anjlok hingga kini menjadi Rp 13.000/Kg sampai Rp 16.500/Kg," sebut Ibrahim.

Dijelaskan Ibrahim, harga Rp 16.500/Kg pada dasarnya hanya ditampung bawang merah dengan kondisi super.

Sedangkan yang lainnya (kualitas sedang) rata-rata di tampung Rp 13.000/Kg. Kondisi ini telah berlangsung selama dua pekan terakhir.

Sementara harga eceran di tingkat pedagang dijual rata-rata Rp 20.000/Kg hingga Rp 22.000/Kg.

Melihat perihal hasil panen petani lokal dalam beberapa kurun tahun terakhir ini, maka pemerintah sudah sepatutnya mengkaji atau menampung harga jual hasil petani dengan harga berpihak.

Termasuk dengan melakukan langkah penampungan hasil tani lewat Cold storage. Yaitu dengan masa penyimpanan bawang hingga posisi masih utuh atau segar selama empat bulan ke depan.

"Selama ini petani selalu menjerit pada setiap hasil panen dengan harga tak pernah memihak bagi kesejahteraan ekonomi," ujarnya.

Diakui juga, dalam rentang waktu masa panen secara serentak ini, sejatinya juga pemerintah mesti pasang badan menyelamatkan usaha para petani dalam menampung harga sewajarnya.

Dengan demikian, petani dapat terus berdenyut di tengah geliat panen serentak.

Karenanya para petani tangguh di Pidie berharap pemerintah kabupaten, provinsi dan bahkan nasional dapat mengambil kebijakan ini agar petani tidak selalu dirugikan.

"Sebab, modal awal jauh lebih tinggi sementara hasil panen jauh dari harapan sehingga petani selalu ketiban rugi," ungkapnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved