Bawang Merah
Kadin Aceh Kembali Kembangkan Bawang Merah di Pidie, PLN Bersinergitas Bantu Pemasangan Arus Listrik
Sehingga upaya pengembangan bawang merah sangatlah membutuhkan perhatian serius dari pihak PLN UP 3 Sigli yang menaungi dua kabupaten Pidie Jaya dan P
Penulis: Idris Ismail | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Aceh kembali melakukan upaya pengembangan bawang merah di tiga kecamatan dalam Kabupaten Pidie pada lahan 415 Ha pada lanjutan tahun 2024.
Dalam catatan selama empat tahun terakhir para petani telah melakukan penanaman dengan menggunakan teknologi penyiraman air lewat aliran arus listrik.
Sehingga upaya pengembangan bawang merah sangatlah membutuhkan perhatian serius dari pihak PLN UP 3 Sigli yang menaungi dua kabupaten Pidie Jaya dan Pidie dalam menunjang usaha pengembangan ekonomi masyarakat.
Ketua Deputi Usaha Ekonomi Kerakyatan KADIN Aceh yang juga selaku ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Ir H Zakarya A Gani kepada Serambinees.com, Minggu (25/5/2024) mengatakan, meski usahan pengembangan bawang merah sempat 'Jatuh bangun' selama lima tahun terakhir yang dilakukan, namun semangat juang ribuan petani di Pidie untuk menanam bawang merah masih sangat tinggi.
Baca juga: Harga Bawang Tinggi di Aceh, Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie Ungkap Cara Jitu Turunkan Harga
"Data ril yang kami peroleh pengembangan tanaman bawang merah masih sangat produktif di hamparan 415 Ha yang terdapat di Kecamatan Simpang Tiga dan Kecamatan Pidie serta Peukan Baro," sebutnya.
Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya tahun 2023 lalu, misalnya di Kecamatan Simpang Tiga, 169 Ha di antara diperoleh hasil produksi 34,765 kuintal.
Karenanya, semangat ribuan petani yang masih membaja saat ini untuk program pengembangan komoditi bawang merah maka patut mendapat apresiasi dengan disertai dukungan pihak PLN dalam menyambung arus listrik ke kawasan lahan produktif.
"Hal ini sangat besar dampak dalam menghemat biaya bagi para petani ketimbang dengan menggunakan mesin pompa air yang menghabiskan dana 10 kali lipat untuk pembelian minyak atau BBM ketimbang dengan arus listrik," ujarnya.
Manager PLN UP3 Sigli, Hery Kurniawan Indarto, kepada Serambinews.com, Minggu (25/5/2024) mengatakan, pihaknya telah melakukan kunjungan ke beberapa titik lokasi pengembangan bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga dan Pidie.
"Pada prinsipnya PLN siap berkontribusi membantu para petani dalam program pengembangan komoditi bawang merah lewat sambungan arus listrik sebagai sumber energi ke lahan produktif warga atau para petani," ujarnya.
Menurut Hery, kebutuhan sumber energi arus listrik pada hakikatnya sangat menopang bagi para petani baik untuk mesin pompa air serta mengusir hama tanaman lewat pencahayaan lampu.
Apalagi serangan hama pada daun di malam hari sangatlah tinggi.
Jadi, upaya sinergitas ini sangatlah membantu dalam peningkatan perekonomian masyarakat kabupaten Pidie dalam pengembangan program bawang merah.
"Intinya, eksistensi PLN sangat berkomitmen demi mensejahterakan masyarakat khususnya para petani," ungkapnya.(*)
Harga Tampung Bawang di Pidie Anjlok, Petani Minta Perhatian Pemerintah |
![]() |
---|
Pj Bupati Bireuen Panen Bawang Merah di Lhok Awe Teungoh Bireuen Dibiayai Dana Desa |
![]() |
---|
Konsorsium Bawang Merah Aceh Targetkan Area Tanam 1.000 Ha |
![]() |
---|
Dosen FP USK Sikapi Anjloknya Harga Bawang Merah, Hilirisasi Produk jadi Solusinya |
![]() |
---|
Pj Bupati Pidie Laporkan Kemajuan Pengembangan Bawang Merah ke Dirjen Horti |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.