Beras Impor
Beras Impor Masuk 43.241 Ton, Harga Gabah dan Beras Lokal Tetap Tinggi
Tapi yang anehnya, harga jual gabah petani dan beras di penggilingan tidak turun, kondisi itu menunjukkan
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Cut Huzaimah MP menyatakan, pada saat ini, di dua Pelabuhan di Aceh, yaitu Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar dan Pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe sedang bongkar beras impor dari Thailand dan Vietnam sebanyak 12.941 ton, sehingga total beras impor yang sudah masuk ke Aceh sejak akhir Desember 2022 – Juli 2023, sudah mencapai angka 43.241 ton.
“Tapi yang anehnya, harga jual gabah petani dan beras di penggilingan tidak turun, kondisi itu menunjukkan bahwa mutu gabah dan beras petani lokal di Aceh, tergolong cukup bagus,” kata Cut Huzaimah, Selasa (11/7) ketika dimintai tanggapannya terkait terus bertambahnya pasokan beras impor ke Aceh.
Baca juga: Hadiah Rp 1 Juta bagi Warga yang Berhenti Merokok, Ini Alasan Pemkot Solok
Cut Huzaimah mengatakan, pihaknya sudah mendapat info dari pihak Bulog Aceh terkait, tambahan pasokan beras impor dari luar negeri yang masuk ke Aceh, untuk peningkatan stok pangan nasional, berupa beras di Aceh.
Total beras impor yang sudah masuk ke Aceh sejak akhir Desember 2022 sampai Juli 2023 , menurut laporan pihak Bulog Aceh, sudah mencapai 43.241 ton, termasuk yang sedang dibongkar di dua Pelabuhan Laut di Aceh saat ini, yaitu Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar sebanyak 6.741 ton dan Pelabuhan Laut Krueng Geukuh, Lhokseumawe sebanyak 6.200 ton.
"Kami juga sudah mendapat laporan dalam rapat-rapat Tim Pangan Daerah, dari Bulog Aceh, realisasi pengadaan beras lokal, yang baru mencapai 4.852 ton dan gabah kering giling 2.646 ton, sehingga total pengadaan beras lokal setara beras baru mencapai sebanyak 6.553 ton," ujarnya.
Dalam pelaksanaan pegadaan beras lokal untuk stok pangan nasional di daerah, kata Cut Huzaimah, Bulog beli beras di penggilingan padi Rp 9.950/Kg dan gabah kering giling Rp 6.300/Kg.
Kendati Bulog sudah menaikkan harga beli gabah dan berasnya, tapi realisasi pengadaan gabah dan beras lokal di Aceh, masih tergolong rendah, makanya untuk menambah stok pangan nasional berupa beras di Aceh, Bulog Pusat, terus menambahnya dengan cara impor beras dari Thailand dan Vietnam.
Program untuk peningkatan produksi gabah dan beras di Aceh, kata Cut Huzaimah, setiap tahun terus kita lakukan, dengan berbagai cara. Antara lain melaksanakan dua kali sampai tiga kali tanam padi di sawah irigasi teknis.
Ada petani melakukannya dengan cara mandiri, yaitu membiayai sendiri kebutuhan usaha tanam padinya dan dari Pemerintah ada juga program bantuan pupuk dan obat-obatan, tapi arealnya terbatas.
Semangat petani untuk tanam padi di Aceh, kata Cut Huzaimah sangat tinggi, dikarenakan, harga gabah dan beras terus meningkat, karena daya beli gabah Aceh, untuk pasara lokal dan luar juga sangat tinggi.
Pada saat petani ingin memotong padinya menggunakan mesin potong padi, ungkap Cut Huzaimah, di pinggiran jalan pematang sawah, sudah parkir sejumlah mobil pik up dan truk pengangkut padi. Itu menggambarkan, bahwa padi yang mau dipotong, sudah ada pembelinya.
Harga beli gabah yang baru panen, kata Cut Huzaimah, mencapai Rp 5.500 – Rp 6.500/Kg, di atas harga beli gabah kering giling Bulog Rp 6.300/Kg. Padi yang dibeli penggilingan dengan harga Rp 5.500 – Rp 5.700/Kg, dijual ke pasar setelah jadi beras dengan harga mencapai Rp 10.500 – Rp 11.000/Kg, di atas harga beli Beras Bulog Rp 9.950/Kg.
Kenapa pedagang pengepul gabah dan beras lokal, berani beli gabah dan beras penggilingan lokal dengan harga yang sedikit tinggi dari harga beli Bulog, karena mutu gabah dan beras lokal petani di Aceh, sudah bagus dan ketika berasnya di jual ke pasar, pembelinya cukup banyak.
Jadi, pasokan beras impor untuk menambah stok pangan nasional di Aceh, menurut Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah, hingga kini belum berpengaruh terhadap harga jual gabah dan beras lokal. Kita harapnya, dengan terus meningkatnya harga gabah dan beras petani, Nilai Tukar Petani (NTP) Padi di Aceh bulan Juli 2023, bisa mencapai angka 1.200, sementara ini angka NTP nya baru sekitar 111,96.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.