Pemilu 2024
Diambang Perpecahan, Golkar Ibarat Mengulang Kutukan Tiap Pemilu
Lawrence menilai, Airlangga yang dipilih sebagai bakal calon presiden Golkar untuk Pemilu 2024, tak kunjung bergerak. Oleh karena itu, eksponen pendir
Kedua nama itu masuk dalam Tim 6 yang mewakili Golkar untuk membahas rencana koalisi bersama Partai Demokrat.
Sementara itu, yang menolak adalah kubu Ketua DPP Partai Golkar Rizal Mallarangeng, bersama Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, dan Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto.
Kubu Rizal disebut lebih mendorong Golkar berkoalisi dengan PDI Perjuangan (PDI-P).
"Tampaknya kubu MS Hidayat yang akan menang," ujarnya.
Buntut dari perpecahan ini adalah melemahnya posisi politikus senior Partai Golkar, Jusuf Kalla. Ketika itu, Kalla digadang-gadang menjadi salah satu figur kuat untuk menjadi bakal cawapres Joko Widodo yang diusung PDI-P.
Dalam perjalanannya, Golkar akhirnya bergabung dalam Koalisi Merah Putih yang mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Selain Golkar, koalisi ini berisi Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, dan PBB.
Adapun pasangan Prabowo-Hatta menghadapi pasangan Jokowi-Kalla yang diusung PDI-P, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Hanura.
Pecah di 2019
Pada Pemilu 2019, Golkar kembali dibayangi perpecahan di dalam internal mereka. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan politikus Golkar, Fadel Muhammad ketika itu.
Fadel menyebut internal Golkar pecah setelah Jokowi menggandeng Ma'ruf Amin sebagai cawapres menghadapi Pemilu 2019. Sebab, Golkar sejak awal berharap Jokowi akan menggandeng kader Golkar.
Menurut Fadel, tidak menutup kemungkinan perpecahan itu membuat sebagian kader Golkar mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Belum tahu, (kemungkinan mendukung Prabowo - Sandiaga) besar. Apalagi Sandiaga Uno. Sandiaga Uno orang Gorontalo," katanya di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Selasa (21/8/2018).
Hanya saja, ia tidak menyebutkan seberapa banyak kader Golkar yang berpotensi mengalihkan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga Uno.
Fadel juga mengungkapkan bahwa internal Golkar pecah ke dalam dua kubu. Yakni kubu yang tetap fokus untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan kubu yang merasa kecewa atas terpilihnya nama Ma'ruf Amin.
Kubu yang merasa kecewa itu disebut akan fokus untuk menjaga suara Golkar di Pemilu Legislatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ridwan-Kamil-berfoto-bersama-pimpinan-DPP-Golkar.jpg)