PA Merambah ke Digital, Abu Razak: Satukan Barisan, Rebut Kekuasaan di Parlemen Aceh
Partai Aceh (PA) mulai memperkuat fondasi di udara dengan merambah ke digital, Abu Razak minta kader satukan barisan rebut kekuasaan di parlemen.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Firdha Ustin
SERAMBINEWS.COM - Partai Aceh (PA) mulai memperkuat fondasi di udara dengan merambah ke digital, Abu Razak minta seluruh kader satukan barisan untuk merebut kekuasaan di parlemen.
Hal itu disampaikan Sekjen Dewan Pimpinan Aceh (DPA) PA, Tgk H Kamaruddin Abubakar atau yang akrab disapa Abu Razak dalam program "Bincang Politik" dipandu News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali di studio Serambinews, Rabu (19/7/2023).
Diakuinya, sejak berdiri 2007 lalu atau 16 tahun silam, terjadi penurunan jumlah kursi khususnya di DPRA yang diraih PA hingga Pemilu Legislatif 2019 lalu.
Saat ini PA memiliki 18 kursi di DPRA, angka tersebut jauh berbeda dengan Pemilu sebelumnya pada 2014 sebanyak 29 kursi dan Pemilu pertama pada 2009 mencapai 33 kursi.
Baca juga: Partai Aceh Bangun Sistem Administrasi Berbasis Digital
Baca juga: Partai Aceh Tolak Pembangunan Masjid di Bekas Rumoh Geudong
Ketika ditanya strategi PA ke depan, Sekjen DPA PA itu menyampaikan, poin pertamanya adalah kader harus bersatu.
"Kunci pertama adalah persatuan dan kesatuan ini harus bersatu," kata Abu Razak.
"Apalagi hari ini kami satu-satunya partai lokal bersambungan dengan perjuangan, dulu dengan senjata sekarang turun ke politik," tambahnya.
Dengan demikian, pihaknya mengimbau kepada seluruh jajaran PA baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk kembali menyatukan barisan jelang Pemilu 2024 mendatang.
"Satukan kembali barisan untuk merebut kekuasaan di Parlemen Aceh dan seluruh kabupaten/kota," ucap Abu Razak.
Hal ini menurutnya sudah dibuktikan saat Pemilu Legislatif 2009 lalu, PA mampu mengantongi sebesar 46,91 suara.
"Kita sudah melihat waktu pertama, atas bersatu, kompak, kita dapat menguasai sampai 47 persen dari (Pemilu) yang pertama," ungkap Abu Razak.
Pihaknya juga kini memiliki organisasi sayap seperti Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) hingga Muda Seudang Aceh.
Keberadaan organisasi sayap ini diharapkan mampu mempertahankan sekaligus meningkat eksistensi PA di Aceh ke depannya.
Baca juga: Sarjani Abdullah Terpilih Kembali Sebagai Ketua DPW Partai Aceh Pidie
Merambah ke Digital
Sementara Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Aceh, Dr Nurlis Effendi SH MH menjelaskan pihaknya mendapat penugasan dari pimpinan untuk membuat Partai Aceh lebih berkembang.
Salah satunya dengan melakukan penetrasi kepada generasi muda, terutama Gen Z dan generasi milenial sekarang.
Karakteristik Partai Aceh yang memiliki garis perjuangan di masa lalu, menurutnya mesti dibungkus dengan menjadikannya logis pada generasi muda di era kekinian.
"Ketika awal berjuang adalah fisik, nah sekarang harus dipikirkan bagaimana perjuangan yang lebih ke digital, dunia maya," kata Nurlis.
Baca juga: Partai Aceh Daftarkan 36 Bacaleg DPRK ke KIP Aceh Selatan, Targetkan 8 Kursi
Menurutnya, pertempuran politik di era sekarang tidak lagi didominasi oleh fisik, melainkan secara siber mengikuti perkembangan generasi saat ini.
"Fisik itu ada mungkin sekitar 30-40 persen, tetapi lebih banyak ke wilayah digital siber seperti media sosial dan segala macam," ungkap Nurlis.
"Ini yang jangan sampai terjadi bahwa kita tidak memahami ada pertempuran di ruang digital, sementara kita di ruang fisik. Itulah sebabnya harus kita kombinasikan," pungkasnya.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.