Rabu, 17 Juni 2026

Kupi Beungoh

Umat Islam Harus Hijrah dari Negeri Sodom

Maksiat yang paling menonjol dan menjadi ciri khas masyarakat Sodom adalah perbuatan homoseks (liwath) di kalangan pria dan lesbian di kalangan wanita

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Prof Dr Muhammad AR MEd 

Portugal juga dimulai pada tahun 2010 dan kemudian Islandia, bahkan negara Islandia secara bulat mendukung pelaksanaan perkawinan sesama jenis.

Setelah itu Denmark tahun 2012, Uruguay dan Brazil tahun 2013. Setelah Brazil mensahkan undang-undang ini, pada tahun itu lebih dari 3700 orang melaksanakan perkawinan sesama jenis.

Mereka sangat antusias mengikuti kaum Sodom. Kemudian diikuti oleh Selandia Baru, pada tahun 2013, namun persetujuan pernikahan sesama jenis di Selandia Baru antara 77-44.

Artinya masih ada 44 persen yang masih memiliki hati nurani atau tidak sependapat dengan perkawinan sesama jenis.

Selanjutnya Inggris Raya dan Wales pada tahun 2013. Setelah keputusan perkawinan sesama jenis dibuat, mantan Wakil Perdana Menteri Inggris, Nick Clegg, mengatakan,

“Tidak peduli siapa Anda dan siapa yang anda cintai, kami setara.” Kemudian negara Perancis juga pada tahun 2013 dan masyarakat Perancis sangat mendukungnya.

Tahun 2014 diikuti oleh negara Luxemburg dan Skotlandia. Tiga tahun setelah mayoritas parlemen memilih melegalkan pernikahan sesama jenis, Gereja Episkopal Scotland menjadi gereja Kristen besar pertama di Inggris yang melakukan pernikahan sesama jenis.

Kemudian Amerika Serikat dan Irlandia pada tahun 2015. Irlandia merupakan negara pertama yang melegalkan perkawinan sesama jenis melalui pemungutan suara, artinya seluruh penduduk Irlandia adalah kaum Sodom, maka tunggu saja kiriman azab dari Allah.

Seterusnya negara Finlandia tahun 2015 dan Kolombia tahun 2016, serta negara Malta pada tahun 2017. Dalam pemungutan suara di Malta, hampir secara bulat suara mendukung pernikahan sesama jenis namun mendapat kritikan dari Gereja Katolik.

Pada tahun 2017 diikuti oleh negara Australia, Jerman dan Austria pada tahun 2019. Kemudian Taiwan juga pada tahun 2019, dan ini satu-satunya negara di Asia yang pertama yang melegalkan perkawinan sesama jenis antara pasangan gay dan lesbian. Juga pada tahun 2019 diikuti oleh negara Ekuador dan Irlandia Utara.

Sementara negara Switzerland (Swiss) pada tahun 2020 memproklamirkan pernikahan sesama jenis. Memang kita tidak menafikan bahwa trend pernikahan sesama jenis dipelopori oleh Barat yang memang memilih meninggalkan ajaran agama secara mayoritas.

Sehingga mereka dalam memutuskan suatu perkara berdasarkan hawa nafsu dan selera orang banyak. Sebagai contoh hasil sebuah Survei of U.S. adults conducted on 10-16 October 2022, kebanyakan orang Amerika memilih legalitas kawin sesama jenis adalah baik bagi masyarakat.

Misalnya 19 persen menganggap perkawinan sesama jenis baik; 18 % menyatakan agak baik; 25 % mengatakan agar baik; dan 36 % mengatakan perkawinan sesama jenis sangat baik. Inilah keinginan masyarakat maju yang meninggalkan ajaran agama secara totalitas.

Konsekuensi Melanggar Sunnatullah

Kalau umat Islam yang masih berpegang teguh terhadap ajaran Islam, persoalan LGBT ini adalah cerminan masyarakat Sodom yang dimana Allah mengutus Nabi-Nya Luth a.s. untuk mendakwahkannya, namun kaum Sodom itu keras kepala maka Allah hancurkan negeri Sodom itu sehancur-hancurnya tidak ada yang tersisa satupun kaum yang durhaka itu.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
Live
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved