Breaking News

Jokowi Klaim Rasio Utang Indonesia Paling Rendah di ASEAN, Utang Malah Bengkak Rp 7.855 Triliun

"Rasio utang Indonesia juga salah satu yang paling rendah di antara kelompok negara G20 dan ASEAN," kata dia lagi.

Editor: Faisal Zamzami
Instagram / @jokowi
Busana yang dikenakan Jokowi adalah baju adat Ageman Songkok Singkepan Ageng dari Keraton Surakarta, Jawa Tengah. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim rasio utang pemerintah Indonesia salah satu yang terendah dibandingkan dengan negara anggota G20 dan ASEAN.

Rasio utang pemerintah itu, menurut Jokowi, sudah menurun menjadi 37,8 persen pada Juli 2023. Sebelumnya rasio utang Indonesia 40,7 persen PDB pada 2021.

“Sebagai perbandingan, rasio utang Malaysia saat ini di tingkat 66,3 persen PDB, Cina 77,1 persen, dan India 83,1 persen,” ujar Jokowi saat Penyampaian RUU APBN 2024 dan Nota Keuangan di DPR RI dikutip pada Kamis (17/8/2023).

"Rasio utang Indonesia juga salah satu yang paling rendah di antara kelompok negara G20 dan ASEAN," kata dia lagi.

Sebagai informasi saja, apabila merujuk laporan APBN KiTa, besaran utang Indonesia sampai 31 Juli 2023 mencapai Rp 7.855,53 triliun.

 Jumlah tersebut naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya Rp 7.805,19 triliun.

Selain itu, Jokowi juga menyebut kebijakan fiskal Indonesia menjadi salah satu yang paling efektif dalam menangani pandemi Covid-19 dan menjaga pertumbuhan ekonomi.

Sebagai gambaran, defisit fiskal Indonesia sudah kembali di bawah 3 persen PDB. Artinya, ekonomi Indonesia relatif stabil dibanding negara-negara tetangga.

"Satu tahun lebih cepat dari rencana awal. Di sebagian besar negara, defisit fiskal masih sangat lebar," imbuh Jokowi.

 

Sebagai perbandingan, defisit fiskal di India mencapai 9,6 persen PDB per 2022, Jepang 7,8 persen, China 7,5 persen, Amerika Serikat 5,5 persen, dan Malaysia 5,3 persen.

Baca juga: Lebih Galak dari si Pemberi Utang, Buya Yahya : Tinggal Tunggu Azab dari Allah dan Dimiskinkan

Klaim Sri Mulyani

Sementara itu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, realisasi pembiayaan utang pemerintah baru mencapai Rp 194,9 triliun hingga Juli 2023. Nilai ini masih jauh dari target yang ditetapkan dalam APBN 2023.

 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah menetapkan pagu pembiayaan utang sebesar Rp 696,3 triliun sepanjang 2023.

 Dengan demikian, realisasi pembiayaan utang baru mencapai 28 persen dari target tersebut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved