Opini
Achmad Marzuki dan Polemik SE
Berislam secara betul dan totalitas bagi masyarakat Aceh adalah prasyarat hadirnya kembali kejayaan. Buktinya, kejayaan Aceh dulu hadir saat Islam men
Untuk mereka yang aktif menolak dan membangun narasi buruk terhadap SE tersebut, cobalah pikirkan poin penting ini. Pikirkan masa depan generasi muda kita yang dewasa ini yang kian hancur oleh sebab sabu-sabu dan game online di Android mereka. Bahkan kita juga saat ini menyaksikan mulai munculnya begal-begal di Banda Aceh seperti kejadian beberapa waktu lalu. Sangat lucu jika kita mengatakan pemimpin tidak perlu mengurus urusan agama rakyatnya.
Perhatikan juga bagaimana pranata sosial kita di Aceh yang kian amburadul dewasa ini diterjang oleh kerusakan zaman. Perhatikan juga bagaimana anak-anak muda kita yang kesehatannya tidak terjamin lagi karena faktor begadang malam di kafe-kafe, sampai subuh pun luput. Sebagian orang mengatakan “urus saja dirimu sendiri, jangan urus orang lain”.
Anehnya mereka mengatakan seperti itu saat ada pemimpin yang mengeluarkan kebijakan untuk memperkuat syariat Islam. Pemimpin itu ya tugasnya mengurus rakyat. Bukan hanya mengurus dirinya sendiri. Kita dapat terus mendorong agar syariat Islam memasuki semua aspek kebijakan pemerintahan, tapi itu bukan berarti saat di situ kurang dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh lalu bidang lain pun tidak perlu dilaksanakan.
Kita berharap syariat Islam dapat dilaksanakan dalam semua dimensi kehidupan tentu saja. Kita berharap Achmad Marzuki istiqamah menjalankan Surat Edaran tersebut dalam rangka meningkatkan pengamalan syariat Islam tersebut. Amiin ya Rabb.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekjen-ISAD-Aceh-Teuku-Zulkhairi-tentang-Maroko.jpg)