Jurnalisme Warga
Air Terjun Rerebe, Destinasi Wisata Tersembunyi di 'Negeri Seribu Bukit'
02SN itu biasanya tiap tahun digelar di ibu kota Provinsi Aceh, yaitu di Kota Banda Aceh. Namun, kali ini Blangkejeren sebagai ibu kota Kabupaten Gal
BAIHAKI, Redaktur Thejurnal.id, melaporkan dari Blangkejeren, Gayo Lues
MINGGU pertama Agustus 2023 saya berkesempatan berkunjung ke Kabupaten Gayo Lues (Galus), kabupaten yang dijuluki Negeri Seribu Bukit.
Kunjungan saya dalam rangka kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN) jenjang SMA Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2023.
02SN itu biasanya tiap tahun digelar di ibu kota Provinsi Aceh, yaitu di Kota Banda Aceh. Namun, kali ini Blangkejeren sebagai ibu kota Kabupaten Galus ditetapkan menjadi tuan rumah.
egiatan 02SN jenjang SMA dan SMK tahun 2023 ini berlangsung di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren.
Wajar, pelaksanaan 02SN tingkat Provinsi Aceh berlokasi di Blangkejeren. Selain Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM yang juga saat ini sebagai Penjabat (Pj) Bupati Galus, tentu beliau juga ingin memperkenalkan potensi dan pesona Galus kepada para kepala cabang dinas pendidikan di masing-masing wilayah, kepala sekolah, guru pendamping, dan para atlet dari masing-masing kabupaten/kota.
Hadirnya ribuan atlet, pejabat dari Dinas Pendidikan Aceh, cabang dinas pendidikan, kepala sekolah, dan guru pendamping tentu berdampak positif bagi Kabupaten Galus.
Daerah ini bisa memperkenalkan kepada para tamu betapa indahnya Negeri Seribu Bukit. Hawanya sejuk dan banyak keindahan panorama alam yang masih alami. Selain itu, selama beberapa hari perputaran ekonomi yang lebih pesat terjadi di daerah ini.
Perputaran ekonomi itu, antara lain, ditandai dengan hotel-hotel yang ada di Blangkejeren penuh, begitu juga dengan kafe-kafe. Pusat perbelanjaan pun "diserbu" para tamu untuk membeli oleh-oleh khas Galus.
Tak terkecuali, objek wisata di kabupaten ini pun banyak dikunjungi para peserta 02SN yang merasa senang bisa ke Galus, apalagi banyak di antara peserta ini yang pertama kali berkunjung ke Galus.
Untuk menuju Galus, banyak jalur darat yang bisa ditempuh. Seperti biasa, jalur lintas tengah dari Kabupaten Aceh Tengah (Takengon) merupakan jalan utama yang dilalui.
Kemudian dari arah tenggara jalan dari Kabupaten Aceh Tenggara (Kutacane) juga bisa mencapai Galus.
Namun, saat ini ada jalan alternatif dari jalur barat selatan (Barsela) Aceh menuju Gayo Lues melalui Aceh Barat Daya (Blangpidie) tembus ke Terangun. Begitu juga dengan lintas timur, dari Aceh Timur (Idi) bisa menuju Galus.
Kali ini saya berkesempatan melewati lintas timur. Dari Kota Banda Aceh, lalu ke Idi. Bersama rombongan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur dan beberapa orang kepala SMA di sana kami menuju Galus.
Perjalanan bakda shalat zuhur dimulai dari Ranto Peureulak, kemudian memasuki Peunaron hingga ke Lokop, Kecamatan Serba Jadi. Lalu tembus ke Pining, sebuah kecamatan pedalaman yang jauh dari Blangkejeren.
Selama dalam perjalanan menuju Galus panorama alamnya sangat indah. Apalagi kualitas jalannya sangat bagus. Kami juga sempat mampir di Bukit Genting, Kecamatan Pining. Bukit ini sekilas hampir mirip dengan Bukit Sigantang Sira yang ada di Gunung Kapur Kecamatan Trumon, Aceh Selatan.
Bukit Genting dan Bukit Sigantang Sira sama-sama menyajikan panorama alam yang indah dan alami, memanjakan mata setiap pengunjung.
Perjalanan lintas timur menuju Galus dari siang hingga habis magrib ini, merupakan pengalaman pertama bagi saya.
Air Terjun Kolam Biru Rerebe
Salah satu destinasi wisata di Negeri Seribu Bukit ini adalah Air Terjun Kolam Biru Rerebe yang berlokasi di Desa Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya.
Untuk menuju lokasi ini butuh waktu 90 menit menggunakan kendaraan sepeda motor atau mobil. Jarak tempuhnya lebih kurang 50 kilometer dari Blangkejeren.
Air Terjun Rerebe Kolam Biru ini mempunyai lebar lebih kurang 100 meter dan panjang sekitar 110 meter dengan kedalaman kolam 2-8 meter.
Memang bukan perkara mudah untuk menikmati pesona dari Air Terjun Kolam Biru Rerebe ini. Anda harus melewati permukiman warga sekitar serta melalui jalur yang masih berupa tanah.
Dahulu, pengunjung bahkan harus menyusuri jalan menanjak yang cukup ekstrem melewati perbukitan dan melewati aliran sungai dari air terjun.
Hal ini berubah ketika pada tahun 2010, pemilik dari kolam ini berinisiatif untuk membuka jalan baru serta menjadikan tempat indah ini sebagai wisata alam.
Mulailah dibangun jalan yang memudahkan wisatawan meskipun belum diaspal sepenuhnya dengan baik. Selain itu, dengan menggunakan alat berat, Air Terjun Kolam Biru Rerebe ini dipermak sehingga aliran airnya langsung bermuara ke kolam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/BAIHAKI-Redakdur-Pelaksana-The-jurnalid-melaporkan-dari-JeuniebBireuen.jpg)